Persoalan Waktu, Penyebab Pembangunan Pasar Projo Tidak Maksimal

  • Whatsapp
Pasar Projo Ambarawa
Pasar Projo Ambarawa
Pasar Projo Ambarawa
Pasar Projo Ambarawa

UNGARAN, Jowonews.com–Bupati Semarang akhirnya angkat suara atas kekecewaan kalangan masyarakat dan dewan yang menganggap pekerjaan pembangunan Pasar Porjo tidak makasimal. Bupati menganggap hal ini diakibatkan karena pembangunan pasar terkendala waktu. Sehingga pelaksana proyek tergesa-gesa.

Selain itu banyaknya kendala, eperti relokasi dan emapt rumah di sekitara pasar yang tidak mau dipindahkan. Sehingga berimbas pada tidak maksimalnya pekerjaan proyek senilai Rp 24 miliar.

Bacaan Lainnya

“Bayangkan menggarap proyek dengan waktu mepet. Kalau seperti itu, menjadi seperti itu lalu bagaimana. Tetapi kota tidak bisa saling menyalahkan. Mudah-mudahan tidak ada masalah lagi dan bisa dipakai,” ujar Bupati Semarang, Mundjirin di Pendopo Bupti di Ungaran, Kamis (23/1).

Seperti diketahui proyek pembangunan Pasar Projo Ambarawa bermasalah sejak awal. Pada proyek tahap I yang dikerjakan PT Merdeka Suryatama bekerjasama dengan PT Rekaisti Utama dengan nilai proyek Rp 14 miliar, selesai Desember 2013.

Bangunan itu mengalami kerusakan pada bagian lantai. Kerusakan terdapat pada tembok talut setinggi 3 meter yang di sisi barat yang retak. Selain itu ada 7 titik lantai los di bagian tengah pasar yang ambles.

Pada tahap II ini pembanguan Pasar Projo diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Semarang pada awal Januari lalu. Namun  saat ini kondisinya telah rusak-rusak. Seperti beberapa bagian lantainya telah pecah, dindingnya pun bergelombang. Selain itu ada celah lantai yang memanjang selebar 5 centimeter yang belum ditutup, sehingga tembus ke lantai di bawahnya.

Sementara itu Kepala DInas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Semarang, M Natsir mengatakan pasar Projo saat ini masih dalam masa pemeliharaan pelaksana PT Rekaisti Utama.

“Mungkin tidak semuanya seperti itu (rusak). Tapi saat ini masih pemeliharaan pelaksana,” katanya.

Ditambahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Pembangunan Pasar Projo Tahap II, Winarno mengakui.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *