Bina Marga Klaim 80 Persen JTL, DPRD Minta Pandai Menyiasati Cuaca

  • Whatsapp
Jalan berlubang di Jateng. (Foto : IST)
Jalan berlubang di Jateng. (Foto : IST)
Jalan berlubang di Jateng. (Foto : IST)
Jalan berlubang di Jateng. (Foto : IST)

SEMARANG, Jowonews.com – Komisi D DPRD Jateng menghimbau agar pelaksana program pencanangan jalan tanpa lubang (JTL) di Jateng baik di jalan nasional atau pun jalan provinsi bisa mensiasati tantangan. Pasalnya, percepatan program yang dilakukan pada Januari memiliki hambatan cuaca hujan yang terus menerus. Sehingga bila Dina Bina Marga tidak bisa mensiasati, akan banyak jalan yang hancur lagi.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso mengemukakan, musuh terberat aspal adalah air. Sementara tantangan lainnya yakni jumlah sumber daya manusia (SDM), dan bahan baku yang harus cepat diadakan dalam penganggaran awal tahun.

Bacaan Lainnya

“Soal jumlah pegawai untuk memeriksa, mencatat sampai melakukan penutupan lobang itu harus diperhatikan. Selanjutnya, terkait bahan baku, karena posisi diawal tahun maka perlu percepatan pengadaan aspal, pasir dan bahan lainnya, stok bahan baku sisa dibalai jumlahnya terbatas, sedang lelang baru akan ada pemenang paling cepat Maret,” ungkapnya, Minggu (25/1).

Saat dihubungi, Kepala Bidang Bimbingan dan Teknologi (Kabid Bintek) Dinas Binamarga Jateng Hanung Triyono mengklaim, progres pengerjaan JTL sudah menyerap 80 persen. Rata-rata ditemukan 1.000 lubang di setiap balai pelaksana teknis (BPT). Jumlah BPT Dinas Binamargaa di Jateng terdiri dari sembilan BPT. Temuan tersebut berada disepanjang 2.565,61 Km di 263 ruas jalan provinsi, serta 1.390,57 Km di 231 ruas jalan nasional.

“Rata-rata segitu temuannya. Kita masih berlanjut dengan melaksanakannya secara rolling di penggunaan alat. Beberapa, jika kondisi jalan pondasinya sudah tidak memungkinkan ditambal, kami skrup untuk diratakan dulu. Rata-rata lubang yang ditemukan berdiameter sampai 30 centi meter. Itu langsung kami tambal,” ungkap Hanung.

Progres secara keseluruhan untuk JTL pada Januari, kata Hanung, mencapai 80 persen. Meski memasuki akhir Januari, pihaknya tetap menargetkan pengerjaan JTL selesai 31 Januari sesuai instruksi Gubernur. “Nanti, setelah pelaksanaan JTL Januari kelar, kami akan evaluasi langsung,” timpalnya.

Hanung menjelaskan, sumber daya manusia di program JTL cukup memadai. Hanya saja, jika masyarakat memiliki kesadaran memiliki jalan, maka program pencegahan jalan rusak bisa dilakukan. Masyarakat tersebut terbagi menjadi beberapa kriteria yang bisa melibatkan diri untuk mengawasi jalan.

“Di benak kami, masyarakat yang diminta partisipasi tidak hanya fisik, tapi pencegahan. Ada masyarakat sekitar jalan, pengguna jalan, pemanfaat jalan, pemerhati jalan, dan pekerja jalan. Kalau mereka sadar jalan ini bukan milik negara, tapi milik masyarakat, setelah nanti sadar, kalau ada kendaraan bertonase lebih masuk di jalan bisa di stop oleh masyarakat,” terangnya. (JN01)

 

Program Jalan Tanpa Lubang (JTL):

-Meliputi jalan nasional di 231 ruas panjang 1.390 Km, dan jalan provinsi 263 ruas panjang 2.565,621 Km

-Pengerjaan pada awal Januari, target selesai 31 Januari

-Sembilan BPT masing-masing menemukan 1.000 lubang

-Anggaran diambil dari dana perawatan 2015 dengan total Rp102 Miliar

-Pengerjaan JTL menyerap 80 persen

 

Sumber, Dinas Binamarga Jateng

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *