Puting Beliung Hancurkan 10 Rumah di Ungaran

  • Whatsapp
Puting Beliung
Puting Beliung
Puting Beliung
Puting Beliung

UNGARAN, Jowonews.com–Sekitar 10 rumah di desa Plumbon Kecamatan Suruh Kabupatern Semrang rusak parah, akibat terkena imbas angin puting beliun pada Sabtu (24/1) sore.
 
Kejadian ini berawal saat hujan deras mengguyur di kawasan Suruh, mayoritas warga tengah berada di dalam rumah. Namun tiiba-tiba hujan deras ini diikuti dengan angin puting beliung di dua dusun, Dusun Dukuh Barat dan Dusun Dukuh Timur, Desa Plumbon.

Akibatnya sedikitnya sepuluh rumah mengalami rusak pada bagian atapnya. Untung tidak ada korban jiwa dan luka-luka akibat kejadian ini.
 
Seperti diungkapkan oleh Kades Plumbon, Bambang Priyadi akibat angin puting beliung ini beberapa rumah warganya mengalami kerusakan pada atap. Rumah paling rusak parah milik Yusuf Rohmani (34). Menyusul, saat kejadian bagian dapur dan kamar mandi sempat tertimpa pohon kelapa setinggi lebih kurang 15 meter.

Bacaan Lainnya

“Untung saja saat pohon mengenai tandon air. Selain itu penghuni bisa menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban luka,” ungkap Bambang saat ditemui di Suruh, Kabupaten Semarang, Minggu (25/1).
 
Bambang mengaku pihaknya telah melaporkan kejadian ini pada Kepala Desa dan Kecamatan, kemudian diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang. Bambang beraharap pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Semarang dapat memberikan bantuan bahan bangunan pada kejadian puting beliung ini.

“Kami berharap pemerintah dapat memberikan bantuan, untuk meringankan beban warga kami,” ujarnya.
 
Secara terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Arief Budianto tengah menginventalisir kerugian akibat kejadian puting beliung. “Sudah kami inventaris kerusakan rumah warga, kami juga memerintahkan desa setempat mendata ulang. Secepatnya akan kami kirim bantuan pada warga korban puting beliung ini,” katanya.
 
Menghadapi musim hujan ini, Arif minta pada seluruh warga Kabupaten Semarang untuk mengecek pohon yang ada disekitar rumah warga. Terlebih jika ada pohon lapuk untuk segera di potong karena akan membahayakan saat ada hujan deras dan angin kencang.
 
“Pohon kelapa milik warga di Suruh karena batangnya sudah lapuk. Sebaiknya ini menjadi catatan masyarakat agar memotong pohon lapuk disekitar rumahnya,” tandas Arif.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *