PMII Kota Semarang Gelar Aksi Bersihkan “Sampah” Perusak Bangsa

  • Whatsapp
Aksi PMII Kota Semarang. (Foto : JN01)
Aksi PMII Kota Semarang. (Foto : JN01)
Aksi PMII Kota Semarang. (Foto : JN01)
Aksi PMII Kota Semarang. (Foto : JN01)

SEMARANG, Jowonews.com – Puluhan masa dari PC PMII Kota Semarang menggelar aksi keprihatinan atas konflik antara KPK dan Polri di depan Gedung DPRD Jateng, Rabu (28/1). Dengan membawa berbagai atribut, masa beraharap agar pertikaian itu bisa segera diselesaikan secepatnya.

Seolah tidak ingin memihak, masa hanya menuntut agar Indonesia dibersihkan dari oknum perusak yang selalu menggerogoti keutuhan dan penegakan hukum.
 
Masa menuntut, agar tidak ada lagi kepentingan pribadi untuk penegakan hukum di Indonesia. Mereka menunut agar, Polri tetap bisa menjalin kerjsaama dengan KPK untuk penegakan hukum.

Bacaan Lainnya

Karena selama ini, kedua institusi ini dinilai berkompeten dan masih dipercaya masyarakat. Dengan membawa sapu, masa mencoba membersihkan “Sampah” yang berserakan di depan gerbang DPRD Jateng.

Kelihatanya sepele, tapi dengan aksi teatrikal itu, masa berharap agar Indonesia benar-benar bisa bersih. “Ini sebagai bentuk keprihatinan kami atas konflik KPK dan Polri. Semua harus bersama untuk memberantas korupsi,” teriak masa.
 
Konflik KPK dan Polri dinilai merupakan bentuk kebobrokan elite politik ditingkat pusat. Perseteruan itu ternyata hanya sebagian kecil, persoalan yang dilanda bangsa Indonesia.

Masa menganggap banyak masalah yang sedang dihadapi bangsa dan belum bisa diselesaikan. Mulai masalah kesejahteraan, kemiskinan, bahkan sampai adanya kesepakatan PT Frepot Indonesia yang sudah kembali diteken.
“Jangan-jangan ini hanya pengalihan isu. Jangan sampai kita terjebak dalam konflik yang tidak kunjung selesai,” kata koordinator aksi, Rosyad.
 
Masa berharap, masyarakat bisa berfikir secara jernih untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Masa meilai, jika presiden Jokowi-JK masih terjebak dalam kepentingan partai poltik.

Sehinga independensinya mulai luntur dan melupakan janji untuk mengutakaman kepentingan rakyat. Rakyat yang selama ini sudah memilihnya untuk bisa menang dalam pilpres 2014 lalu.

“Harus ada ketegasan dari pemimpin negara, jangan sampai terjebak dalam kepentingan oknum pribadi atau golongan,” tambahnya. Meski berjalan damai, aksi ini tetap mendapat pengawalan dari petugas Polrestabes Semarang.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *