Apel Amerika Bermasalah, Masyarakat Tak Perlu Panik

  • Whatsapp
Apel Amerika bermasalah. (Foto : IST)
Apel Amerika bermasalah. (Foto : IST)
Apel Amerika bermasalah. (Foto : IST)
Apel Amerika bermasalah. (Foto : IST)

Semarang, Jowonews.com—Masyarakat di Jawa Tengah tidak perlu khawatir dan penik terhadap bakteri listeria monocytogenus yang ditemukan di karamel apel dan sudah menyebabkan 3 orang di Amerika meninggal. Pasalnya, apel jenis Granny Smith dan Royal Gala yang berasal dari California Amerika Serikat, jumlahnya relatif sedikit di Indonesia.

Menurut Ketua Asosiasi Eksportir-Importir Buah dan Sayur Segar Indonesia (ASEIBSSINDO) Khafid Sirotuddin, memang Indonesia mengimpor apel Amerika. Tapi yang dari California relatif kecil. Lebih banyak dari daerah lain, selain California.

Bacaan Lainnya

“Apel Amerika yang masuk ke Indonesia 99 persen jenis red delicides dari dari Washington. Sedang yang jenis granny Smith hanya 1 persen,” ungkapnya di Gedung Berlian DPRD Jateng, Kamis (29/1).

Menurutnya, apel jenis granny smith yang mengandung bakteri mematikan itu hanya yang berasal dari California Amerika. Sedangkan yang berasal dari negaralain tetap aman.

Sementara apel yang ada di Indonesia sekarang ini berasal dari 4 negara. Yaitu China, Australia, Amerika dan Perancis. Jumlah apel Amerika sendiri, di Indonesia masih kalah banyak dari apel jenis Fuji dari China.

Masuknya masing-masing dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sulawesi di Makasar, Kalimantan di Balikpapan dan Sumatra di Medan.

“Jadi apel yang beredar di Indonesia semua jenis, kecuali yang dari California aman dikonsumsi. Sebab sudah diperiksa badan karantina. Mereka tidak mungkin merelease kalau ditemukan bakteri,”ujarnya.

Yang menjadi persoalan selama ini adalah semua apel jenis granny smith dan royal gala dianggap kena bakteri semua. Baik produk induk dan turunannya.

“Ini mengakibatkan ada penurunan penjualan buah apel. Sebab masyarakat banyak yang tidak paham. Tahunya apel dari Amerika ada bakterinya. Kondisi ini diperparah ketidak pahaman aparat di daerah,”tegasnya.

Tapi dari kasus ini, masih menurut Khafid juga ada hikmahnya. Dimana akan menjadi pemicu bangsa Indonesia untuk tingkatkan produksi buah nusantara. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *