Pasien DBD di Kendal Membludak

  • Whatsapp

DBDKendal, Jowonews.com – Musim hujan menyebabkan jumlah warga yang terserang demam berdarah dengue (DBD) meningkat. Di Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri, Kendal puluhan  pasien demam berdarah dengue (DBD) dari anak-anak hingga dewasa masih menjalani perawatan.

Para pasien berasal dari berbagai daerah di Kendal, baik rujukan Puskesmas maupun yang langsung ke RS. Selama dua bulan, ada 57 pasien DBD sudah tertangani. Semuanya sudah pulih dan keluar. “Untuk Januari tahun ini, ada 12 pasien yang masih menjalani perawatan intensif. Dari 12 itu,  3 pasien diduga Dengue Haemorrhagic Fever (DHF),” kata Humas RSI Weleri Kendal, Farid Hermawan, Kamis (29/1/2015).

Bacaan Lainnya

Farid menjelaskan, 12 pasien itu kini menjalani perawatan dan terdapat pada beberapa bangsal, seperti Hamzah, Fatimah, dan Umar. Dari segi penanganan perawatan, RSI tidak ada masalah. Dan bahkan, apabila sewaktu-waktu ada lonjakan pasien DBD baru, RSI siap melakukan melayanan dengan profesionalitas.

Salah satu pasien DBD, Eva Sulistiyo Rini, 22, yang tengah menjalani perawatan di bangsal Fatimah, mengaku, sebelum dibawa ke RSI awalnya menderita pusing, mual dan panas dingin. Selain itu juga terdapat sedikit bintik-bintik merah pada bagian tanganya. Kondisi pusing dan mual dia alami selama satu minggu.

“Kemudian oleh orangtua, saya dibawa ke RSI ini. Dan baru tiga hari menjalani perawatan di RS ini,” kata Eva, anak dari pasangan  Ispawatno, 51, dan Niti, 45, warga Desa Kali Bogor RT 04, RW 02, Kecamatan Sukorejo.

Orangtua Eva, Ispawatno, mengatakan, sebelum menjalani perawatan di RSI Kendal, anaknya sudah menderita pusing, mual, disertai panas dingin selama satu minggu. Karena kondisinya terus melemah, dia kemudan membawa  Eva berobat ke RSI Kendal.

Di desanya masih ada warga lainnya yang juga terjangkit DBD. Yakni, mereka yang terjangkit sekitar 10 orang dengan usia bervariasi dari anak-anak hingga orangtua. Dengan banyaknya warga yang terjangkit DBD itu, berharap petugas Dinkes kendal mau turun ke desanya melakukan fogging. Dengan begitu dapat mencegah bertambahnya warga yang terserang DBD tersebut.

Pasien lain, Ade Adharis, 11, warga Desa Puguh RT 02, RW 02, Kecamatan Pegandon, mengatakan, selain kali pertamanya mendertia panas, pusing dan mual juga menderita pada bagian perutnya terasa sakit. Dan kemudian oleh orangtuanya, dia dibawa berobat ke Puskesmas. Karena tak kunjung sembuh, pihak Puskesmas kemudian merujuknya ke RSI Kendal. (JN09)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *