Cuaca Buruk, Harga Tongkol di Pemalang Tembus Rp 21 Ribu 

  • Whatsapp
Ikan TOngkol di Pemalang. (Foto : IST)
Ikan TOngkol di Pemalang. (Foto : IST)
Ikan TOngkol di Pemalang. (Foto : IST)
Ikan TOngkol di Pemalang. (Foto : IST)

PEMALANG, Jowonews.com – Harga ikan tongkol di Pemalang melambung tinggi. Di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjungsari Kelurahan Sugihwaras, Pemalang, harga ikan tongkol mencapai Rp 21 ribu per kilogram. Padahal saat kondisi normal, jenis ikan itu dijual dengan harga antara Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu per kg.

Mahalnya harga ikan tongkol itu disebabkan kelangkaan barang. Nelayan tidak bisa melaut karena cuaca buruk.

Bacaan Lainnya

Tarmono (40), salah satu nelayan di TPI Tanjungsari mengatakan, pada bulan Januari hingga Februari masih termasuk musim baratan dengan angin kencang. Jumlah nelayan yang melaut masih sedikit. Bahkan kadang tidak ada sama sekali.

Namun sejak tiga hari terakhir, para nelayan sudah mulai melaut, meskipun waktu melautnya tergolong singkat yaitu maksimal sehari atau beberapa beberapa jam saja.

Hal itu dilakukan karena kondisi cuaca di laut bisa berubah secara drastis sewaktu-waktu. Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, ikut mempengaruhi hasil tangkapan ikan. Para nelayan dalam tiga hari terakhir hanya memperoleh ikan tongkol, tengiri dan udang.

Hasil tangkapan yang diperoleh nelayan termasuk minim. Untuk jenis ikan tongkol, satu perahu memperoleh ikan antara satu basket hingga tiga basket.

Untuk tengiri lebih sedikit. Sedangkan  tangkapan udang biasanya kurang dari 10 kilogram per perahu. Namun walau sedikit, karena harga ikan sedang mahal terutama jenis tongkol, dia tetap bersyukur.”Sekarang harganya Rp 21 ribu per kilogram. Harga tersebut diperkirakan akan naik lagi apabila stoknya masih sedikit,” terangnya.

Minimnya stok tak sebanding dengan permintaan atau kebutuhan masyarakat yang tinggi. Hal ini menyebabkan harga ikan terus melambung dan diperkirakan akan naik lagi jika pasokan tak memadai.

“Bagi saya yang terpenting memperoleh tangkapan ikan. Syukur jika diberi banyak,” imbuh Tarmono.

Kepala TPI Tanjungsari Rameyanto mengatakan, musim baratan atau musim paceklik rutin terjadi setiap tahun khususnya pada awal bulan Januari hingga pertengahan Februari. Dengan kondisi cuaca semacam itu, dapat dipastikan pasokan ikan dari para nelayan sangat minim bahkan sering kosong.

Mereka tidak berani melaut sebab kondisi cuaca cukup membahayakan keselamatan. Dengan kondisi tersebut, sebagian besar nelayan hanya menganggur sambil menunggu cuaca membaik.

“Minimnya pasokan ikan berdampak pada kenaikan harga jual di pasaran,” kata Rameyanto.

Menurut Rameyanto, karena faktor tersebut ikan tengiri yang biasanya dijual antara Rp 30 ribu hingga Rp 40 per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 60 ribu per kilogram. Begitu juga dengan jenis ikan lainnya akibat minimnya stok barang di TPI Tanjungsari.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *