DBD Mengancam Warga Kendal

  • Whatsapp
Pendertia DBD di kendal
Pendertia DBD di kendal
Pendertia DBD di kendal
Pendertia DBD di kendal

Kendal, Jowonews.com – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kini mengancam warga Kendal. Selain RSI, RSUD Dr H Soewondo Kendal kini juga merawat pasien DBD. RS milik pemkab ini kini merawat 7 penderita DBD, semuanya anak-anak.

Humas RSUD Endang menjelaskan, semua pasien DBD berada di tiga bangsal, yakni bangsal Dahlia 5 pasien, Bugenvile (1) dan bangsal Anggrek (1). Jika terjadi lonjakan pasien DBD rumah sakit siap membuka ruang perawatan baru di lantai dua.

Bacaan Lainnya

“Kita nggak ingin ada pasien DBD yang tidak tertangani,” ujar Endang, Jumat (30/1/2015).

Salah satu orangtua pasien DBD, Ahmad Misrin, warga Dukuh Krajan RT 02, RW 08, Desa Bebengan, Kecamatan Boja, mengatakan, mengatakan, anaknya, Nadif Ikhza Maheswara (3,5) positif terkena DBD sudah satu minggu. Gejala awal yang menimpa anaknya, yakni panas dingin dan batuk-batuk, kemudian muntah serta tidak mau makan hingga lemas.

“Sebelumnya, Nadif selama lima hari menjalani pengobatan di Puskesmas Boja, kemudian oleh pihak Puskesmas dirujuk ke RSUD,” ujar Misrin yang juga aktivis LSM ini.

Misrin menambahkan, berdasarkan data yang masuk akibat banyak dari warga Kendal yang terjangkit DBD itu, setidaknya, pada bulan pertama tahun ini sudah ada yang meninggal dunia.

Sebelumnya, RSI Kendal, menangani puluhan pasien DBD dari anak-anak hingga dewasa berasal dari berbagai daerah di Kendal, baik rujukan Puskesmas maupun yang langsung ke RS. Dimana, dua bulan terakhir ada 57 pasien DBD sudah tertangani. Dan Januari tahun ini, ada 12 pasien yang masih menjalani perawatan intensif.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kendal, Ariani Wardiati, didampingi Kasi Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Novi Saptoning Tyas, mengatakan, dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, hanya ada 26 pasien DBD. Dan, satu diantaranya meninggal dunia. Sedangkan penderita DBD selama tahun 2014, ada 568 orang, 6 diantaranya meninggal dunia.

riani mengatakan, sebanyak 26 warga yang terjangkit DBD itu berasal dari berbagai daerah di Kendal, baik desa/kelurahan, seperti, Pegulon, Kertoharjo, Nolokerto, Magelung, kedungsuren, Ketapang, Kertosari, Kebonharjo dan lainya.

“Dari semua daerah itu, paling endemis DBD adalah Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu,” ujar Ariani.

Ariani menegaskan, guna menangani pemberantasan sumber penyebar penyakit DBD, yakni, nyamuk aedes aegypti yang merupakan jenis nyamuk pembawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah itu, Senin mendatang, pihaknya akan melakukan fofging pada daerah yang warganya terjangkit DBD. (JN09)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *