Enam Titik Rawan Longsor Terdapat di Bumijawa Tegal

  • Whatsapp
Fikri saat memantau tanah gerak di Bumijawa. (Foto : JN03)
Fikri saat memantau tanah gerak di Bumijawa. (Foto : JN03)
Fikri saat memantau tanah gerak di Bumijawa. (Foto : JN03)
Tanah gerak di Bumijawa. (Foto : JN03)

SLAWI, Jowonews.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tegal Tedjo Kisworo menyebutkan, di Desa Traju, Kecamatan Bumijawa ada enam titik perbukitan yang rawan longsor. Pasalnya, di daerah tersebut dilakukan penggalian, oleh penggali tradisional.

“Kalau digali setiap hari, bukit itu bisa longsor,” kata Tedjo Jumat (30/1).

Bacaan Lainnya

Tedjo meminta, warga harus berhenti melakukan penambangan. Sebab, pihaknya tidak ingin longsor kembali terjadi di desa tersebut.

Seperti pada Rabu (28/1) lalu, salah satu bukit di desa tersebut longsor. Akibatnya, seorang wanita mengalami luka di tangan. “Walau tidak ada korban jiwa, tapi kami minta supaya penambangan dihentikan,” ujarnya.

Tedjo tak menampik, bukit di desa itu jenis tanahnya tras. Denganbegitu, sangat kuat ketika untuk membuat batu bata, batako, ataupun untuk paving.

Meski begitu, dia tetap mewanti-wanti warga agar tidak melakukan penambangan kembali. Seandainya warga tetap nekat menggali, sebaiknya penggalian dimulai dari atas. Hindari penambangan dari dasar tebing yang akhirnya membentuk seperti goa.

“Kalau dasar tebingnya digali terus, atasnya pasti akan longsor, itu sudah hukum alam,” ungkapnya.

Tedjo menambahkan, selain Desa Traju, ada beberapa desa lainnya yang rawan longsor. Yakni, Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah dan Desa Dukuhbenda, Kecamatan Bumijawa. Kedua desa itu, kata Tedjo, belum lama ini telah mengusulkan pembangunan bronjong dan makadam.

“Kepala desa yang mengusulkan, tapi belum saya tinjau ke lokasi,” ujarnya.

Tedjo berencana mengecek ke lokasi dalam waktu dekat ini. Jika kondisinya parah, pihaknya akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan proyek tersebut. “Kalau yang di Dukuhbenda memang sudah parah, butuh perbaikan secepatnya,” pungkasnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *