Pendanaan Jateng Tanpa Lubang Dipertanyakan, Komisi D Panggil Binamarga

  • Whatsapp
Jalan berlubang di Jateng. (Foto : IST)
Jalan berlubang di Jateng. (Foto : IST)
Jalan berlubang di Jateng. (Foto : IST)
Jalan berlubang di Jateng. (Foto : IST)

SEMARANG, Jowonews.com – Komisi D DPRD Jateng segera memanggil Dinas Binamarga Jateng terkait program jalan tanpa lubang (JTL) yang diperkirakan selesai pelaksanaan pada Sabtu (31/1). Pihak dewan akan meminta kejelasan bagaimana penggunaan anggaran yang selama ini digunakan oleh Binamarga. Hal itu dikemukakan oleh Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso.

Politikus PKS tersebut mengatakan, dari pengamatannya di beberapa ruas seperti di Tingkir – Gemolong, dan Welahan-Jepara, di ruas Jalan Godril banyak yang mengalami kerusakan. Bahkan di Congkal-Pemalang dan sekitar Pekalongan masih banyak jalan rusak. Kebanyakan lubang yang ada dan ditambal justru merupakan jalan yang ada pada ruas yang akan ditinggikan.

Bacaan Lainnya

“Kalau sumber daya yang digunakan dengan dana OP (operasional/dana perawatan-red) yang dasar penghitungannnya pada kilo meter yang tidak dipakai peningkatan, maka nanti akan ada ruas yang tidak terpelihara. Makanya kami secepatnya akan meminta Binamarga menjelaskan bagaimana sejauh ini pelaksanaan dan evaluasi JTL,” terang Hadi saat dihubungi, Minggu (1/2).

Hadi menegaskan, problem yang dihadapi Binamarga dalam pelaksanaan JTL adalah cuaca, dan material. Ia mengatakan, lelang pengadaan material baru akan dilaksanakan Maret mendatang. Tak heran, jika di beberapa ruas penambalan diurug dengan tanah atau pasir.

“Saya nanti juga akan tanya, berapa biaya perawatan yang sudah habis untuk JTL. Biaya perawatan 2015 kan ada Rp102 miliyar,” imbuhnya.

Dalam pendanaan program JTL, kata Hadi, Binamarga menyampaikan menggunakan dana hingga Rp50 juta/Km. Dana tersebut digunakan untuk 354Km lebih jalan provinsi dan nasional. Sementara, dalam anggaran binamarga, wilayah ruas jalan yang akan ditingkatkan tak memiliki anggaran operasional’

“Jadi kalau sekarang digunakan, ada pengurangan jatah OP, malah nanti bisa jadi mall implementasi program. Uang OP untuk JTL bisa habis. Itu yang perlu ada kejelasan, sebenernya Binamarga sudah habis berapa pendanaan untuk JTL Januari ini,” terang Hadi.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo  mengatakan, program JTL memang tak memberikan kenyamanan bagi pengendara. Hanya saja, pihaknya bisa menyediakan aspek keselamatan bagi pengendara dengan cara mengurangi lubang di sepanjang jalan nasional dan provinsi.

“Saya tidak masalah jika dikatakan gagal. Namun bagi kami ada evaluasi internal untuk perbaikan selanjutnya,” tutur Gubernur.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Binamarga Jateng Bambang NK dan Kabid Bintek Binamarga Hanung Triyono tak memberikan keterangannya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *