Angka Deflasi Kudus Lebih Tinggi Dibanding Nasional

  • Whatsapp
Deflasi
Deflasi
Deflasi
Deflasi

Kudus, Jowonews.com – Angka Deflasi yang terjadi di Kabupaten Kudus pada bulan Januari 2015 yang mencapai 0,36 persen, lebih tinggi dibanding deflasi nasional yang mencapai 0,24 persen.

“Akan tetapi deflasi yang terjadi di Kudus pada Januari 2015 sama dengan deflasi yang terjadi di Jateng,” kata Kepala BPS Kudus, Endang Tri Wahyuningsih, di Kudus, Rabu (4/2/2015).

Bacaan Lainnya

Dari enam kota Survei Biaya Hidup (SBH) di Jateng, katanya, tingkat deflasi Kudus menempati urutan dua setelah Kota Semarang dengan tingkat deflasi sebesar 0,48 persen.

Kota berikutnya, yakni Cilacap sebesar 0,26 persen, Kota Surakarta 0,20 persen, Kota Purwokerto 0,13 persen, Kota Tegal 0,10 persen.

Deflasi yang terjadi saat ini, kata dia, disebabkan adanya penurunan harga sejumlah komoditas yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok pengeluaran.

Kelompok tersebut, yakni penurunan indeks pada kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 5,76 persen.

Kondisi berbeda, terjadi pada kelompok bahan makanan yang mengalami kenaikan indeks sebesar 1,28 persen, serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,54 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,09 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,76 persen, dan kelompok sandang 0,76 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar, yakni turunnya harga premium, pasir, kacang panjang, ikan lele, jeruk, bawang merah, buncis, angkutan antarkota, bayam dan solar.

Sementara kelompok yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi, yakni bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, daging ayam ras, wortel, rokok kretek, filter, salak, melon, air kemasan, dan beras.

Laju inflasi tahun kalender sebesar -0,36 persen, sedangkan laju inflasi “year on year” (Januari 2015 terhadap Januari 2014) sebesar 6,42 persen. (JN04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *