Harga Bawang Merah di Kendal Jeblok

  • Whatsapp
Harga bawang di Kendal Jeblok. (Foto : JN09)
Harga bawang di Kendal Jeblok. (Foto : JN09)
Harga bawang di Kendal Jeblok. (Foto : JN09)
Harga bawang di Kendal Jeblok. (Foto : JN09)

Kendal, Jowonews.com – Harga bawang merah di Kabupaten Kendal jeblok karena hujan deras mengguyur lahan tanaman bawang merah. Selain itu jualitas produksi bawang merah juga menurun drastis. Saat ini, harga bawang merah berkisar antara Rp5.000 hingga Rp12.000 per kilogram.

Salah seorang petani bawang asal Kecamatan Ringinarum, Nasihin, 43, mengatakan, beberapa daerah di Kendal merupakan sentra pertanian bawang merah, seperti di Kecamatan Ringinarum, Gemuh, Pegandon dan beberapa kecamatan lainnya.

Selain ada yang sudah hampir panen, tak sedikit pula yang usia tanaman. Kondisi hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi setiap harinya ini menjadikan kekhawatiran para petani bawang. Sebab dapat menyebabkan lahan terendam air. “Jika terendam, kualitas bawang merah turun dan bisa berakibat gagal panen,” ujar Nasihin.

Bacaan Lainnya
Nasihin mengatakan, harga bawang merah mencapai Rp5.000 hingga Rp12.000 itu berdasarkan kualitas. Namun, dengan kondisi sekarang, banyak petani yang pesimistis untuk dapat berharap banyak produktivitas bawang merahnya berkualitas.
Menurutnya, pada kondisi sekarang ini, dengan lahan tanaman bawang merahnya tidak terendam banjir saja sudah senang dan bersyukur, meskipun nantinya hasil produksinya secara kualitas turun.
Hal senada petani bawang asal Kecamatan Gemuh, Muhajirin, 39. Dia mengatakan, kondisi musim hujan yang akan masih berlanjut hingga bulan depan maka dikawatirkan bawang merah tidak bisa panen seperti biasanya karena lahannya terendam air.”Kandungan air dalam tanah menjadi tinggi dan dapat mengganggu perkembangbiakan tanaman bawang merah,” katanya.

Muhajirin mengungkapkan, selain kadar air yang tinggi, munculnya jamur pada tanaman bawang merah menjadi penyebab hasil panen menurun. Menurutnya, selain melakukan penyemprotan tanaman bawang merahnya dengan obat, maka antisipasi terjadinya genangan air saat hujan deras, juga mengendalikan air yang masuk lahan pertanian.
Diakui, penurunan harga bawang sangat merugikan para petani.

Sebab modal untuk menanam bawang merah tiap petani bisa mencapai Rp50 juta hingga Rp60 juta. Dalam kondisi normal, satu hektare sawah bisa menghasilkan 20 ton bawang merah. Tapi saat musim hujan hanya menghasilkan 12 ton bawang merah. (JN09)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *