KUP Diharapkan Tidak Hanya Program Sensasional

  • Whatsapp
Ilustrasi Uang. (Foto : IST)
Ilustrasi Uang. (Foto : IST)
Kudus, Jowonews.com — Koordinator Gerakan Masyar
Ilustrasi Uang. (Foto : IST)
Ilustrasi Uang. (Foto : IST)

akat Transformasi Kudus (GEMATAKU) Slamet Machmudi berharap gagasan dan realisasi Kredit Usaha Produktif (KUP) tidak berhenti menjadi program sensasional. 

“Konsep beserta pelaksanaannya dibutuhkan konsistensi dan kedisiplinan tinggi agar tidak terjadi kegagalan,” ujarnya, Senin.
Bila mau jujur, Kudus dijadikan daerah uji coba pelaksanaan KUP di Indonesia. Namun dalam pelaksanaannya tanpa dukungan finansial pemerintah pusat.  
Seolah menunggu bukti keberhasilan pelaksanaan KUP gagasan Bupati Kudus yang tergolong baru dan dianggap beresiko tinggi.
Secara konsepsi, kata dia, KUP menjadi jawaban UMKM yang selama ini menghadapi kendala permodalan. 
“Bunga rendah dan tanpa jaminan menjadi daya tarik bagi kreditur. Sekaligus resiko bagi lembaga penjamin Jika tidak disiapkan mekanisme yang mengikat para kreditur,” ujarnya.
Merubah mindset masyarakat (sebagaimana pernyataan Bupati Kudus) bagian dari perbaikan moralitas. 
Moralitas akan diabaikan manakala tidak menyebabkan pada sanksi hukum. 
Dengan kata lain, lanjut Slamet, keberhasilan KUP harus didukung aturan yang memaksa para kreditur untuk bertanggungjawab mengembalikan pinjaman yang diberikan. 
Dalam pelaksanaan program KUP, Pemkab Kudus wajib mendengarkan banyak masukan masyarakat. Harus belajar dari pelaksanaan Kredit Usaha Tani (KUT) pada era 1990-an yang hingga kini tak jelas pengembalian dana-nya/dikemplang. 
Meskipun tidak bisa disamakan, namun secara konsepsi memiliki mekanisme dan tujuan yang nyaris sama : tanpa agunan/jaminan, bergulir dan demi kesejahteraan rakyat.  (JN04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *