Salatiga Mampu Swasembada Beras

  • Whatsapp
Ilustrasi Raskin. (Foto : Pacitanku)
Ilustrasi Raskin. (Foto : Pacitanku)
Ilustrasi Raskin. (Foto : Pacitanku)
Ilustrasi Raskin. (Foto : Pacitanku)

SALATIGA, Jowonews.com-Meski wilayah perkotaan dan luas wilayahnya tidak begitu besar, namun Salatiga berupaya untuk swasembada beras sendiri. Salah satu upayanya dengan menaikkan produksi padi. Untuk tahun 2015 ini, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Salatiga mentargetkan produksi padi sebanyak 8700 ton per tahun, atau naik 1300 ton, dibanding tahun 2014, yaitu sebanyak 7400 ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertan) Kota Salatiga Ir Husnani mengatakan, kebijakan untuk manaikkan produksi pangan itu ditempuh untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta memenuhi kebutuhan pangan di Salatiga. Disisi lain juga untuk menunjang realisasi program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.”Kami optimis target itu bisa terealisasi. Sejumlah program telah kami siapkan guna mencapai target tersebut,”ujarnya.   

Bacaan Lainnya

Husnaini menjelaskan, program yang diterapkan antara lain pemberian bantuan pupuk, benih, permodalan, dan peralatan pertanian kepada petani. Selain itu, pemkot juga akan melakukan pendampingan terhadap petani agar mereka bisa bercocok tanam dengan baik dan benar, sehingga bisa berproduksi secara maksimal.

“ Akan adan penyuluh lapangan yang akan mendampingi petani, bagimana bercocok tanam yang baik dan benar supaya hasilnya maksimal,” imbuhnya.

Menurut dia, pelaksanaan program tersebut dibiayai dengan anggaran APBD Pemkot Salatiga 2015 sebesar Rp 600 juta dan APBN 2015. Hanya, sejauh ini besaran dana bantuan dari APBN belum diketahui pasti nominalnya.”Bantuan dari APBN disalurkan melalui Pemerintah Provinsi. Kami belum tahu besarannya,” ujarnya.

Husnani menambahkan, selain program bantuan, guna menunjang peningkatan produksi tanaman pangan, Dispertan juga akan mengoptimalkan pola tanam dengan sistim tumpangsari dan memperluas lahan tanaman jagung. Itu akan dilakukan di daerah Argomulyo dan Tingkir.   ” Karena dengan pola tanam yang baik, kami berharap petani bisa bisa menghasilkan panen yang optimal,” pungkasnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *