Baru Capai 90,5 Persen, Program Jateng Tanpa Lubang Molor

  • Whatsapp
Jalan berlubang di Jateng. (Foto : IST)
Jalan berlubang di Jateng. (Foto : IST)
Jalan berlubang di Jateng. (Foto : IST)
Jalan berlubang di Jateng. (Foto : IST)

SEMARANG, Jowonews.com – Program jalan tanpa lubang yang digagas Gubernur Ganjar Pranowo dan ditarget selesai Januari pengerjaannya. Perbaikan baru tercapai 90,5 persen dari 2.667,34 kilometer dan 76.843 buah lubang.

“Kami menemui kendala cuaca yang tidak menentu karena intensitas hujan yang tinggi, bahkan membuat lubang baru bermunculan. Selain itu ruas jalan yang merupakan jalan alih status dari kabupaten dengan kondisi pondasi jalan yang tidak memenuhi syarat atau kurang dari muatan sumbu terberat (MST) 8 ton,” kata Kepala Dinas Bina Marga Jateng, Bambang Nugroho Kristiaji, dalam rapat dengan Komisi D DPRD Jateng, Selasa (10/2/2015).

Bacaan Lainnya

Kendala lain yang ditemui adalah perkerasan jalan yang melampaui usia layanan konstruksi, keterbatasan peralatan sehingga perlu giliran untuk perbaikan jalan sehingga mengakibatkan kecepatan penambalan terganggu karena menunggu giliran prioritas penanganan. Jumlah personel yang membantu pekerjaan pemeliharaan rutin juga masoh terbatas. “Pemeliharaan rutin sebaiknya hanya untuk jalan dalam kondisi baik,” ujarnya.

Menurutnya, penambalan lubang efektif dilakukan baru pada 15 Januari 2015. Dinas Bina Marga Jateng menyiapkan dana pembelian bahan bangunan sebesar Rp 3, 839 miliar, dan upah pekerja Rp 856,797 juta. Alokasi dana tersebut diambil dari anggaran untuk pemeliharaan jalan dari APBD 2015.

Sebelum pekerjaan dikerjakan, sembilan Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga (BM) Jateng melakukan survei yang dilakukan oleh para pengamat jalan. Penambalan menggunakan aspal hotmix, lapis penetrasi, kolakan aspal agregat, cold mix/asbuton. Sedang perataan memakai pondasi telford, agregat klas A/B, sirtu, bekas galian cold milling, dan batu kapur.

“Pada kondisi lubang yang saling berdekatan dilaksanakan sistem penambalan blok. Kami juga melaksanakan survei berkala untuk ruas-ruas yang berpotensi muncul lubang baru dengan jenis penambalan yang kemungkinan bisa berbeda-beda,” terangnya.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Rodhi mengatakan, program jalan berlubang ternyata tidak sesuai harapan. Apalagi ditambah dengan pernyataan gubernur yang berkali-kali mengatakan jalan bebas lubang.

“Kenyataanya di lapangan, ternyata jalan berlubang masih tetap saja menjadi keluhan masyarakat. Kami kira bebas lubang itu tidak ada lubang. Tapi ketika kami turun ke daerah masih banyak jalan berlubang, dan ada yang sampai rusak parah,” paparnya.

Pemilihan waktu juga tidak tepat, karena cuaca saat ini sering turun hujan tiap hari. Faktanya di lapangan pekerjaan ini tidak mungkin selesai pada Januari. “Jumlah lubang terus bertambah, apalagi yang dibuat nambal hanya pasir dan batu,” tuturnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *