Masih Minim Difabel Terserap Kerja di Sektor Formal

  • Whatsapp

difabelBOYOLALI, Jowonews.com – Penyandang difabel di Kabupaten Boyolali yang terserap sebagai tenaga kerja formal, masih rendah. Dari jumlah difabel sebanyak 6.873 orang, belum ada satu persen yang telah terserap.

Kabid Ketengakerjaan dan Hubungan Industrial, Dinsosnakertrans Boyolali, Joko Santoso, mengatakan minimnya serapan tenaga kerja dari penyandang disabilitas itu karena tidak sesuai dengan kualifikasi persyaratan yang dibutuhkan perusahaan.

Bacaan Lainnya

“Faktor ini yang menyebabkan kurangnya serapan tenaga kerja dari penyandang disabilitas di Boyolali,” kata Joko Santoso, Rabu (11/2).

Memperkerjakan penyandang disabilitas bagi setiap perusahaan merupakan amanat Undang-undang. Disebutkan, dalam UU No 4 tahun 1997 tentang penyandang cacat, mengamanatkan setiap perusahaan yang mempekerjakan 100 orang, satu diantaranya diambilkan dari kaum difabel.

Menurut dia, saat ini baru puluhan penyandang disabilitas yang terserap di angkatan kerja dan kebanyakan bekerja di perusahaan garment. “Memang belum banyak, baru puluhan orang yang terserap di perusahaan garment,” jelas Joko. 

Selain faktor kualifikasi, minimnya serapan ini dikarenakan penyandang difabel lebih memilih berwira-usaha mandiri, baik secara kelompok maupun mandiri/perorangan. “Macam-macam usahanya, ada yang usaha percetakan, menjahit di rumah, pembuatan roti. Sedangkan yang kelompok seperti di Cepogo itu ada usaha kelompok batik celup,” bebernya.

Di Boyolali juga telah terbentuk Forum Komunikasi Disabilitas Boyolali (FKDB). Sehingga mempermudah jalinan komunikasi dengan pihak–pihak terkait.

Bupati Boyolali, Seno Samodro, berharap perusahaan di Boyolali bisa menerima penyandang difabel sebagai pekerjanya. Pihaknya pun meminta para camat melakukan monitoring di wilayahnya masing-masing.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *