Masyarakat Diminta Waspada Daging Oplosan

  • Whatsapp

oplosanBOYOLALI, Jowonews.com – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, meminta masyarakat agar waspada terhadap peredaran daging sapi yang dioplos dengan daging celeng. Peringatan itu disampaikan setelah adanya pemberitaan di media, tentang tertangkapnya satu truk yang membawa daging celeng di pelabuhan Merak, Banten beberapa hari lalu. Daging celeng itu rencananya akan dibawa ke Boyolali.

Kepala Disnakkan Boyolali, Bambang Jiyanto, mengaku sudah mengetahui kabar tersebut. Pihaknya akan memperketat pengawasan penjualan daging di pasar-pasar tradisional. Hal ini untuk mengantisipasi beredarnya daging sapi yang dioplos dengan daging celeng. “Yang penting, masyarakat juga waspada. Jika mendapat tawaran daging dengan harga murah, patut diwaspadai,” kata Bambang kepada para wartawan Rabu (11/2).

Bacaan Lainnya

Rata-rata harga daging sapi di pasaran saat ini adalah Rp 90.000 per kilogram. Menurut Bambang, untuk membedakan antara daging sapi dan daging celeng memang tidak mudah. Apalagi bagi masyarakat awam yang tidak terbiasa bersinggungan dengan daging sapi. Apalagi setelah diolah untuk campuran bakso.

“Tekstur daging sapi biasanya lebih kasar dibanding daging celeng. Warna daging celeng juga lebih pucat,” jelasnya.

Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disnakkan Boyolali, Hendro Kurnianto, menambahkan selama ini Disnakkan rutin memeriksa daging-daging yang dijual di pasar tradisional. Dalam Sidak ke pasar-pasar itu, juga dilakukan uji elisa untuk memastikan spesies daging yang dijual pedagang.

Uji elisa tidak hanya menyasar daging, tetapi juga produk olahan daging seperti bakso termasuk krupuk kulit sapi. “Sejauh ini kami belum pernah menemukan daging oplosan. Tetapi sekitar tahun lalu ada distributor yang mengirim daging oplosan ke Semarang. Yang bersangkutan tertangkap di Semarang,” jelas dia. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *