Pembebasan Lahan Tol, Ratusan Pedagang Terancam Bangkrut

  • Whatsapp
jalan tol semarang solo, foto: www.solopos.com
jalan tol semarang solo, foto: www.solopos.com
jalan tol semarang solo, foto: www.solopos.com

BATANG, Jowonews.com – Ratusan pedagang dan pemilik rumah makan, yang ada di sepanjang jalur pantura Batang hingga Semarang, terancam gulung tikar. Pasalnya, Pemerintah Daerah dan Pusat mulai melakukan pembebasan lahan, yang akan digunakan sebagai tol trans Jawa. Dengan dibukanya jalur tol tersebut, maka para supir kendaraan jarak jauh. Tidak lagi berhenti di rumah makan yang ada di sepanjang pantura Batang Semarang.

Tidak hanya ratusan pedagang makanan yang akan gulung tikar. Namun tempat karaoke dan jasa hiburan, yang ada di sepanjang jalur pantura Batang Semarang akan ikut tutup. Karena sepanjang jalur tersebut, akan digunakan untuk jalur cepat.

Bacaan Lainnya

Sarkumi,42, pemilik rumah makan yang ada di Desa/Kecamatan Gringsing, mengungkapkan bahwa kabar akan dibebaskannya lahan sepanjang pantura Batang Semarang, sudah didengar sejak satu tahn lalu. Menurutnya, jika tol Batang-Semarang diberlakukan, maka semua pedagang makanan dan cafe hiburan akan gulung tikar.

“Sekarang saja jualan sudah sering sepi, karena jarang supir truk yang berhenti. Dagangan baru ramai kalau ada kemacetan di Alas Roban,” ungkap Sarkumi, pedagang nasil pecel lele.

Sementara itu, Kasubag Pertanahan Bagian Tata Pemerintahan (Tapem), Setda Batang, Fahrurozi, Kamis (12/2) menjelaskan, bahwa Pemerintah Pusat mentargetkan pembebasan lahan tol trans Jawa selesai tahun 2015. Karena perwakilan Pemerintah Pusat telah turun langsung, meninjau ke lahan milik PTPN di Siluwok, Batang, untuk melakukan pembebasan lahan. Namun demikian pembebasan tanah, untuk ruas tol Batang-Pemalang, sampai saat ini belum juga ada kejelasan.

” Untuk ruas Batang-Pemalang, hingga saat ini belum ada informasi dari pusat. Dalam rapat di kantor Wapres akhir Januari kemarin, pembebasan ruas Batang-Pemalang tidak disinggung. Namun untuk ruas Batang-Semarang dibahas secara serius,” jelas Fahrurozi. Kamis (12/2).

Fahrurozi juga menandaskan, pemerintah pusat menjadikan pembebasan lahan tol Batang-Semarang menjadi prioritas terlebih dahulu. Menurutnya, di ruas jalan tersebut terdapat simpul-simpul kemacetan, khususnya di jalur Pantura di daerah Alas Roban. Selain itu, ruas tol Batang-Semarang juga diharapkan menjadi tersambung, dengan rencana pembangunan tol Semarang-Solo yang kini pembebasan lahannya sudah mencapai 70%.

” Selain itu, untuk ruas tol Batang-Semarang pembebasan lahan bisa lebih mudah di lahan PTPN terlebih dahulu. Lahan tersebut bukan milik masyarakat, tapi BUMN,” tandas Fahrurozi. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *