Sekda Kritik Proyek Trotoar Telukan

  • Whatsapp
Trotoar
Trotoar
Trotoar
Trotoar

SUKOHARJO, Jowonews.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukoharjo mengkritik keras pembangunan drainase di Telukan, Grogol  tahap I. Pasalnya, bangunan trotoar sepertinya belum selesai pengerjaannya, tapi sudah tidak ada lagi pengerjaan. Bangunan trotoar dinilai tidak menarik dan tidak dilengkapi fasilitas pendukung pejalan kaki.
 
“Trotoar telukan saya lihat belum sempurna. Kalau membuat trotoar itu ya yang bagus sekalian, harusnya dilengkapi dengan fasilitas pendukung untuk pejalan kaki, tapi yang saya lihat, hanya jalan berbeton begitu saja, carilah contoh trotoar di kota lain yang gaus-bagus,” kata Agus Santos, Sekda Sukoharjo Sabtu (14/2).
 
Diketahui proyek normalisasi drainase Desa Telukan sepanjang 800 meter selesai dikerjakan Bulan Oktober 2014. Namun tidak sesuai dengan harapan Pemkab Sukoharjo. Apalagi diketahui saat ini saat hujan deras masih ada genangan air. Dan saat ini diakui Sekda, bangunan trotoar di Telukan sudah menjadi perbincangan banyak orang karena jauh dari kualitas yang diharapkan.

Padahal, Kecamatan Grogol disetting sebagai wajah kota Sukoharjo dari arah utara. Sehingga Grogol harus terlihat dinamis, termasuk trotoarnya juga harus terlihat bagus.

Bacaan Lainnya

 Ditambahkan Agus, ia meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk proyek lanjutan tahap 2 Telukan – Cluringan nanti harus digarap serius dan bagus.

“DPU tidak begitu saja menyetujui rencana fisik dari rekanan. Pejabat DPU Sukoharjo harus memiliki posisi tawar tinggi di hadapan rekanan. Yang pegang uang itu adalah PU mestinya juga mempunyai nilai tawar di hadapan rekanan, dari pengalaman pembangunan trotoar sebelumnya, muncul banyak suara miring karena memang kualitasnya tidak sesuai harapan kami,” tandasnya.  

Sementara, Kepala Dinas DPU Sukoharjo, Ahmad Hufroni mengatakan, pihaknya akan membuat proyek normalisasi saluran drainase Telukan-Cluringan lebih baik lagi dari normalisasi Telukan tahap pertama. Sedangkan untuk saat ini Detail engineering Design (DED) masih dalam tahap pengerjaan, diharapkan akhir Februari sudah bisa dipaparkan kepada bupati.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *