Dewan PKB Diduga Sunat Bansos

  • Whatsapp

sunat

Sragen, Jowonews.com – Dua puluh titik bantuan sosial (bansos) untuk pertanian dan peternakan di wilayah Gemolong, Sragen diduga disunat oknum anggota dewan dari PKB Sragen. Tidak tanggung-tanggung, dari Rp 45 juta bansor, yang diberikan ke kelompok ternak hanya Rp 10 juta.

Bacaan Lainnya

Salah satunya dialami kelompok peternak Patriot, Dusun Kemiri, Desa Purworejo, Gemolong, Sragen. Bantuan bansos tahun anggaran 2014, dari nilai Rp 45 juta dipangkas mencapai Rp 35 juta. Bahkan karena disunat, kelompok peternak terpaksa kembali urunan untuk bisa membeli dua ekor sapi.

Sayang, sampai berita ini ditulis, Ketua DPC PKB Sragen Mukafi Fadlli belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui ponselnya, terkait dugaan pemotongan oleh anggota dewan PKB, juga tidak diangkat.

Sekretaris Forum Sragen Rembug (FSR) Suti Hantoro mengungkapkan, pihaknya memang mengendus adanya penyimpangan dana bansos khususnya
kecamatan Gemolong yang mencapai puluhan titik.

“Dari hasil invetigasi awal kami, penyunatan itu seperti di Desa
Ngembat padas 3 titik dan Desa Purworejo,” tandas Hantoro, Minggu (15/2).

Dikatakan Hantoro, penyimpangan itu berawal dari aspirasi anggota
dewan periode 2009-2014 partai PPRN. Hanya saja, karena dewan tersebut
tak menjagokan lagi, dana aspirasi bansos itu berpindah tangan ke
anggota dewan lain.

“Parahnya lagi, pelaku pemotongan itu langsung dilakukan oknum dewan
bersangkutan, dengan dalih setiap Rp 5 juta dipotong Rp 1 juta,” jelas Hantoro.

Ketua Kelompok ternak Patriot, Sutarman mengakui pihaknya mendapatkan
bantuan bansos senilai Rp 45 juta untuk pengembang biakan ternak sapi.
Namun saat pencairan akhir Desember 2014, usai dari bank langsung dihadang seorang oknum dewan. Oknum dewan itu langsung memotong Rp 35 juta. Sehingga kelompok ternak hanya mendapat Rp 10 juta.

“Padahal sejak awal, saya sudah mengumumkan ke anggota dapat bantuan Rp 45 juta. tetapi setelah dipotong, kembali saya umumkan di masjid bantuan tinggal Rp 10 juta, hal itu disaksikan sekretaris kelompok pak
Padi,” jelas Sutarman.

Meski anggota kelompok harus tombok Rp 15 juta untuk membeli 2 ekor sapi, Sutarman tidak mau mengungkapkan identisa anggota dewan tersebut. Termasuk asal partainya.

“Soal siapa yang memotong saya tak mau menjelaskan,”paparnya.

“Kami seluruh anggota ikhlas dipotong, sehingga biarlah kami saja yang
tahu siapa yang memotong bantuan tersebut,” pungkas Sutarman(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *