Polemik TPA Jomboran, Pemkab Kaji TPA Pengganti

  • Whatsapp
TPA Jomboran yang disegel warga foto: mattanews.com
TPA Jomboran yang disegel warga foto: mattanews.com
TPA Jomboran yang disegel warga foto: mattanews.com

Klaten, Jowonews.com – Pasca penyegelan TPA Jomboran yang dilakukan oleh warga Desa Jomboran dan Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah, Pemkab Klaten kesulitan mencari lokasi yang akan digunakan sebagai TPA pengganti. Untuk sementara di masa tanggap darurat, sampah akan dibuang di TPA Joho, Kecamatan Prambanan.

“Beberapa lokasi alternatif saat ini masih dikaji. Beberapa lokasi alternatif tersebut antara lain di Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom, Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen dan Desa Troketon, Kecamatan Pedan,” kata Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM Pemkab Klaten, Juwito, Minggu (15/2).

Bacaan Lainnya

Sembari menunggu perkembangan, imbuh Juwito, sementara sampah akan dibuang di TPA Joho, Kecamatan Prambanan. Kebijakan ini merupakan rekomendasi dari Komisi III DPRD. Tentu saja, pemkab akan memberikan dana kompensasi ke Desa Joho yang diambilkan dari APBD.

“Melihat jumlah sampah yang dihasilkan warga dalam sehari, kemungkinan besar TPA Joho hanya akan bertahan selama empat bulan,” tambah Juwito.

Sementara itu, penggiat Forum Komunikasi Informasi dan Simpul Petani (FKISP), Wening Swasono mengatakan, masalah sampah ini merupakan persoalan lama yang harusnya sudah bisa diselesaikan oleh pemkab dan DPRD sejak dulu. Akan tetapi, selama ini pemkab hanya memberikan solusi menyediakan anggaran tanpa memikirkan jalan keluar yang lain.

“Bila masyarakat sudah merasa terganggu dengan pencermarannya, pemkab bisa digugat menggunakan UU lingkungan hidup. Untuk itu, masalah ini harus segera diselesaikan,” papar wening.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *