Tiga Kecamatan di Kota Semarang KLB Demam Berdarah

  • Whatsapp

DBD
Semarang, Jowonews.com – Penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di tiga
kecamatan di Kota Semarang mengalami peningkatan hingga masuk kategori
Kejadian Luar Biasa (KLB). Karena itu masyarakat diimbau waspada agar
tidak terjadi di wilayah lainnya yang mengancam Semarang dalam status
KLB demam berdarah.
Menurut data Dinas Kesehatan Kota Semarang, tiga kecamatan yang
mengalami peningkatan penderita demam berdarah kategori KLB yaitu
Kecamatan Banyumanik. Pada bulan Desember 2014 penderitanya 26 orang,
sedangkan bulan Januari 2015 sebanyak 59 orang, dengan dua orang
meninggal dunia.
Kecamatan Tembalang pada bulan Desember 2014 ada sebanyak 34
penderita, sedangkan bulan Januari 2015 ada 55 penderita. Serta
Kecamatan Ngaliyan bulan Desember sembilan penderita dan bulan Januari
2015 ada 35 penderita, dengan satu orang meninggal dunia.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengakui, jumlah kasus penderita
demam berdarah yang ditanganai Dinas Kesehatan pada Januari 2015,
mengalami peningkatan kasus dua kali lebih besar dibandingkan tahun
2014. Khususnya pada bulan Desember 2014 sampai bulan Januari 2015.
‘’Per Januari 2015 wabah ini telah menyebarkan ke 94 pasien, dan
merengut jiwa sebanyak tiga orang. Sementara di tahun 2014 hingga
bulan Desember terdapat 1.627 penderita dengan 27 orang meninggal
dunia,’’ terangnya.
Bila tidak ditanggulanggi lebih dini, kata dia, maka wabah ini
berdasarkan Perda Nomer 5 tahun 2010 tentang Pengendalian DBD, bisa
menjadi Kejadian Luar Biasa jika terjadi peningkatan kasusnya. Karena
itu ia menghimbau warga masyarakat selalu waspada terhadap penyakit
musim penghujan. Diantaranya penyakit demam berdarah, disentri, dan
leptospirosis.
‘’Di antara ketiga penyakit tersebut yang paling banyak diidap warga
Kota Semarang adalah demam berdarah. Meskipun sepele penyakit ini,
namun banyak nyawa yang terengut karena wabah ini,’’ tegasnya.
Cara yang paling mudah dilakukan untuk mengendalikan penyakit demam
berdarah, adalah dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Termasuk
kegiatan resik-resik kali dan kerja bhakti massal membersihkan saluran
air dari sedimentasi, serta tanaman-tanaman liar yang menghalangi arus
air.
‘’Memerangi demam berdarah, tidak hanya dilakukan melalui kegiatan
fogging saja. Melainkan juga dapat dilakukan dengan gerakan
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),’’ tegasnya.
Kondisi curah hujan yang masih cukup tinggi hingga 2-3 bulan kedepan,
lanjutnya, perlu terus diwaspadai dan disikapi dengan tetap
meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya rob, banjir serta demam
berdarah. (JN06)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *