Ada 12 Desa di Jateng Tidak Menggunakan Listrik

  • Whatsapp

perusahaan-listrik-negara-pln-indonesia
SEMARANG, Joeonews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat, terdapat 12 desa di provinsi ini yang tidak menggunakan listrik PLN. Data tersebut didapat dari hasil pendataan Potensi Desa tahun 2014.
Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Jawa Tengah Erisman mengatakan, dari hasil Podes 2014, pada bulan April 2014 di Jawa Tengah tercatat 8.578 wilayah administrasi setingkat desa yang terdiri dari 7.809 desa dan 769 kelurahan.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 desa atau 0,14 persennya tidak ada keluarga pengguna listrik PLN. Dari data kami, desa tersebut berada di Jepara dan Pekalongan,”ujarnya, kemarin (16/2).
Kemudian sebanyak 248 desa atau 2,89 persen belum mempunyai penerangan di jalan utama desa. Kabupaten Boyolali sebagai kabupaten dengan persentase tertinggi kelurahan yang tidak memiliki penerangan di jalan utama desa.
“Ketersediaan listrik ini penting untuk menunjang kemajuan suatu wilayah,”ujarnya.
Sedangkan untuk infrastruktur transportasi, berdasarkan Podes 2014, menunjukkan sebanyak 8.576 desa di Jawa Tengah yang menggunakan sarana transportasi darat, dimana 8.448 desa diantaranya sudah tersedia jalan yang dilalui kendaraan bermotor roda 4 atau lebih sepanjang tahun.
“Infrastruktur transportasi merupakan infrastruktur dasar yang sangat penting sebagai sarana pengangkutan yang berperan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi,”ujarnya
Pendataan Podes, ucapnya, dilakukan 3 kali dalam 10 tahun. Podes 2014 dilaksanakan pada bulan April 2014 secara sensus terhadap seluruh wilayah administrasi pemerintahan terendah setingkat desa. Yaitu desa, kelurahan, nagari dan Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT).
Wilayah setingkat desa yang didata harus memenuhi tiga syarat. Yaitu memiliki wilayah batas yang jelas, mempunya penduduk yang menetap di wilayah tersebut, serta mempunyai pemerintahan.
Kendati demikian, lanjutnya, secara keseluruhan ketersediaan infrastruktur di Jawa Tengah dari tahun menahun meningkat. “Secara umum ada perubahan yang lebih baik dibanding pendataan pada tahun 2011 lalu,”ujarnya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *