Bupati Pati : Kearifan Lokal Perkuat Ketahanan Nasional

  • Whatsapp

Bupati Pati, Haryanto
PATI, Jowonews.com – Ketahanan nasional menurut Bupati Pati Haryanto, bukan lagi mengenai penambahan jumlah Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), namun juga tentang sosial-budaya seperti kearifan lokal atau kekayaan budaya. Lebih lanjut Bupati mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang berwajah multikultural karena terdiri dari berbagai suku, ras, dan agama. Meski demikian, lanjutnya, Indonesia dipersatukan oleh kesamaan nasib yang merupakan dasar pembentukan kebangsaannya. “Jadi, basis pertahanan nasional Indonesia adalah pluralisme tersebut. Karena itulah maka kearifan lokal menjadi salah satu unsur penting dalam memperkuat ketahanan nasional”, jelas Bupati saat diwawancara usai membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Ketahanan Bangsa SMA/SMK/MA se-Kabupaten Pati, Senin (16/2), di Pendopo Kabupaten Pati.

Lebih lanjut Haryanto juga menekankan perlunya penyusunan mapping (pemetaan-red) kekuatan kearifan lokal sebagai basis ketahanan nasional. “Peta ini penting untuk mengantisipasi kerawanan sekaligus juga bisa berfungsi sebagai problem solver jika suatu ketika muncul ancaman ketahanan nasional”, terangnya panjang lebar.

Bacaan Lainnya

Kearifan lokal sendiri, menurut Bupati, merupakan salah satu produk kebudayaan. “Kearifan lokal lahir karena kebutuhan akan nilai, norma dan aturan yang menjadi model untuk melakukan suatu tindakan”, tuturnya. Selain itu, lanjut Haryanto, kearifan lokal juga merupakan sintesa budaya yang diciptakan oleh aktor-aktor lokal melalui proses yang berulang, melalui internalisasi dan interpretasi ajaran agama dan budaya yang disosialisasikan dalam bentuk norma dan dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Latar belakang pelaksanaan LCC Ketahanan Bangsa ini adalah untuk menjaga keutuhan NKRI. Dalam menjaga keutuhan NKRI perlu dilakukan dengan berbagai cara, seperti sosialisasi, tahap pembangunan, outbond, dan salah satunya adalah lewat LCC Ketahanan Bangsa ini”, terang Sudartomo, Kepala Kesbangpol saat menyampaikan laporannya selaku penyelenggara kegiatan.

Dalam laporan yang disampaikannya pada Bupati, Sudartomo mengatakan bahwa lomba ini diikuti oleh 52 sekolah dimana masing-masing sekolah mengirimkan satu regu yang terdiri dari tiga peserta. “Jumlah itu jika diperinci terdiri atas 16 regu dari SMA, 22 regu dari SMK, dan 14 regu dari MA”, jelas Kepala Kesbangpol selaku Ketua Penyelenggara.

Materi yang dijadikan bahan perlombaan kali ini, menurut Kepala Kesbangpol, berupa informasi kepada peserta untuk mengetahui tentang ancaman, tantangan, dan hambatan terkait dengan keutuhan NKRI. “Dalam pelaksanaannya, LCC ini akan terbagi ke dalam 2 (dua) sesi, yaitu sesi tanya –jawab dan tertulis”, imbuh Sudartomo. Untuk sesi tertulis, lanjutnya, dilaksanakan di dua tempat yaitu di Pendopo dan ruang Pragola.

“Dalam sesi tertulis peserta akan dibagi ke dalam tiga grup yaitu Group A, B , dan C. Untuk group A dilaksanakan di Pendopo , sedangkan untuk group B dan C dilaksanakan di Ruang Pragola”, terang Kepala Kesbangpol.

Dari babak penyisihan tersebut, panitia kemudian mengerucutkan peserta hingga hanya tersisa lima regu di babak semi final. Kelima regu itu terdiri atas SMAN 1 Pati, SMKN 1 Pati, SMAN 2 Pati, SMA PGRI 1 Pati, dan MA Miftahul Thulab Cluwak. Hingga berita ini diturunkan perlombaan masih berlangsung.

Juara I hingga V berturut-turut nantinya akan mendapatkan trophy, piagam penghargaan, dan uang pembinaan yang dianggarkan dari APBD Kabupaten Pati sebesar Rp 1 juta, Rp 800 ribu, Rp 600 ribu, Rp 400 ribu, dan Rp 200 ribu. “Itu tadi hadiah dari panitia. Nah, agar peserta lomba tambah semangat saya akan menambahkan Rp 500 ribu untuk tiap-tiap juara lomba dari Juara I hingga Juara V”, ujar Bupati Pati Haryanto. (JN04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *