Said Aqil Minta Pemerintah Waspadai ISIS

  • Whatsapp
Tolak Isis
Tolak Isis
Tolak Isis

DEMAK, Jowonews.com – Sementara itu, terkait makin menguatnya gerakan Islamic State (IS) atau Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) diberbagai negara di Timur Tengah, Said Aqil meminta pemerintah Indonesia ikut mewaspadai aksi ISIS tersebut. Sebab, kata dia, warga Indonesia yang sudah bergabung dengan ISIS sudah mencapai 514 orang. Dari jumlah itu, 6 orang sudah meninggal atau tewas.
Perekrut warga yang gabung dengan ISIS itu adalah Salim bin Mubarok At Tamimi alias Abu Jandal asal Pasuruan, Jawa Timur. “Dia itu (Abu Jandal) yang menentang TNI dan Banser,”ujar Said Aqil kepada wartawan disela berkunjung dan peletakan batu pertama di RSI NU Demak, Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Senin (16/2).
Dia mengingatkan, bahwa dalam gerakannya, ISIS telah berhasil atau suskes mencemarkan nama baik Islam didunia daripada yang dilakukan pihak lain. “Mereka berhasil menjelekkan nama Islam. Lebih berhasil dari upaya pihak lain yang non muslim,”katanya.
ISIS yang mengaku Islam hanya mendengungkan persoalan Syariat namun mengabaikan akhlak. “Saya meyakini bahwa Allah tidak ridlo pada ISIS ini. Aksi mereka sangat biadab. 17 warga muslim Kurdi di Irak dan pilot Jordania dibakar hidup-hidup. Mereka juga menembak kaum Syiah baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak,”jelas Kiai Said menggambarkan kekejaman ISIS.
Menurutnya, ISIS muncul setelah terbunuhnya tokoh Al Qaeda Usamah bin Laden. Kiai Said dalam kesempatan itu juga merasa prihatin dengan gejolak perang saudara yang hingga kini terus berlangsung di wilayah Timur Tengah. Tidak habis pikir. Dinegara dimana banyak ulama’nya tersebut justru sulit akur atau bersaudara. Mereka mudah tersulut perang saudara.
“Disinilah PBNU turut berperan untuk menjadi juru damai bagi mereka. Kita jalankan misi Islah Baina Nash. Kita sudah berupaya mempertemukan para pihak yang bertikai di Afganistan. PBNU sudah mempertemukan mereka 4 kali, termasuk di Istanbul Turki. Bahkan, 30 mahasiswa asal Afganistan kini sedang kuliah di Unwahas Semarang. Kita juga pertemukan antara kaum Sunni dan Syiah di Iraq. Atas prakarsa ini, saya sebagai Ketua PBNU tercatat nomor 17 oleh World Global Peace sebagai pihak yang punya andil dalam perdamaian dunia,”ungkap Said Aqil Siraj.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *