Sebelas Saksi Beratkan Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kab Wonogiri

  • Whatsapp
Kantor Dinas Pendidikan Wonogiri foto: timlo.net
Kantor Dinas Pendidikan Wonogiri foto: timlo.net
Kantor Dinas Pendidikan Wonogiri foto: timlo.net

WONOGIRI,Jowonews.com – Sebelas orang saksi atas kasus korupsi pengadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri menguatkan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap tersangka mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri Soesetijo.
Hal tersebut dibeberkan JPU perkara itu, Senin (16/2) di kantor Kejaksaan Negeri Wonogiri. “Hasil sidang pemeriksaan terhadap saksi-saksi, semua memberikan keterangan yang memberatkan terdakwa (Soesetijo’red),” kata Yunaidah Kuswandari–salah satu jaksa- perkara tersebut mendampingi Kajari Wonogiri H. Dwi Setyo.
Dibeberkan Yunaidah, kesebelas orang saksi itu, empat saksi di-antaranya adalah para kepala sekolah (Kasek). Yaitu Supriyanto Ratna Sunyoto Kasek SMPN Batuwarno, Sumanto Kasek SMPN 2 Paranggupito, Antonius Gunadi Kasek SMPN 12 Giritontro, Cuk Widada mantan Kasek SMPN 3 Satu Atap Jatiroto, sekarang Kasek SMPN 2 Slogohimo.
Sedangkan tujuh saksi lain adalah FX Pranata mantan staf Kantor Bagian Pembangunan Setda Pemda Wonogiri, saat ini menjabat di Kantor DPU Kabupaten Wonogiri, Dwi Haryanto pejabat pengadaan di Kantor Setda Pemda Wonogiri, Suwardi Kabid Sarpras SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri.
Saksi lagi, Suhartanto Direktur CV. Wahyu Santoso alamat Selogiri Wonogiri, Budi Hartoyo Wonogiri Direktur CV Karyomejo Wonogiri, Wahyu Saptono Direktur CV. Wahyu Aji Persada Sukoharjo, dan Bayu Handoyo Direktur CV Permata 7 yang menyandang status Napi di Rutan Semarang akibat terbukti korupsi uang negara dalam perkara ini.
Kajari menambahkan, tim JPU Kejari Wonogiri adalah Kasi Pidana Khusu M. Naimullah, Yunaidah Kuswandari, dan Anas Rustamaji. Sidang kasus korupsi tahun 2012 ini dipimpin oleh Ketua Majlis Gatot Susanto dengan anggota Dwi Prapti danAgus Wijanti SH. “Agenda sidang berikutnya, masih pemeriksaan saksi-saksi,” tambah Yunaidah.
Seosetijo dijerat pasal 2 dan 3 UU No 31 Th 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korusi (Tipikor). Asal tahu, Soesetijo saat menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan diduga menilep uang negara Rp.293.818.000 dari proyek pengadaan komputer di 35 SMPN dan swasta. Kerugian negara sejatinya telah dikembalikan, namun proses tetap lanjut. Kini Soesetijo mendekam di Lapas Kedungpane Semarang.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *