Warga Nikmati Gas Metane dari Sampah TPA Jatibarang

  • Whatsapp
TPA Jatibarang foto: tribunews.com

SEMARANG – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang berhasil memanfaatkan puluhan ton sampah di TPA Jatibarang menjadi gas metane. Gas ini dapat digunakan sebagai energi alternatif dari gas elpiji yang telah dimanfaatkan oleh warga sekitar.
Kepala DKP Kota Semarang Ulfi Imran Basuki menjelaskan, saat ini pemanfaatan sampah baru taraf ujicoba dengan menyalurkan gas metane ke 20 rumah penduduk di sekitar TPA Jatibarang. Namun permintaan warga lain untuk ikut menggunakan gas tersebut sudah sangat tinggi.
Menurutnya, gagasan mengelola sampah menjadi gas metane pertama muncul sejak enam bulan lalu. Pihaknya berfikir keras untuk menjadikan sampah yang ada tidak hanya merugikan masyarakat namun dapat bermanfaat. Melalaui alat yang didatangkan dari Jawa Timur dan anggaran senilai Rp190 juta, pihaknya mampu menyulap sampah tersebut menjadi gas metane yang dapat dipakai warga.
‘’Keberhasilan ini, sekaligus upaya pemkot untuk merubah citra sampah, tidak hanya merugikan namun juga bermanfaat dan bernilai jual,’’ katanya kemarin.
Dia mengungkapkan, untuk dapat menjadi gas metane, pihaknya membutuhkan tumpukan sampah yang sudah cukup lama yakni 2 hingga 4 tahun. Hal ini didapat dari proses pemadatan sampah yang jauh sebelumnya dilakukan. Sedangkan untuk mengambil gas metane yang ada di bawah ini, pihaknya memerlukan pipa yang dipasang di bawah lapisan sampah mencapai 4 meter.
Hasilnya, dari gas metane yang didapat dilakukan proses filtering atau pemurnian. Yakni gas dari tumpukan sampah yang terendap di lapisan bawah diambil airnya lalu dikeringkan dan tahapan terakhir pengambilan karbon dioksida (CO2). ‘’Nah setelah di netralkan, baru gas metane tersebut disalurkan ke (rumah) penduduk dengan pipa plastik,’’ terangnya.
Dia juga menjelaskan, pemanfaatan gas ini oleh penduduk sekitar TPA Jatibarang saat ini dapat dilakukan selama 24 jam. Hal ini mengingat gas yang dihasilkan saat ini perhari mencapai 72 meter kubik yang seharusnya dapat digunakan 100 rumah. Sementara saat ini kendala dilapangan bisa dikatakana belum ditemui.
‘’Kami memerintahkan petugas untuk secara rutin melakukan pemeliharaan terutama terkait penyaluran pipa di penduduk, dan penyempurnaan lainnya,’’ jelasnya. (JN06)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *