Di Jepara, Permohonan Izin Pangkalan LPG Meningkat

  • Whatsapp
Agen LPG foto: lensaindonesia.com
Agen LPG foto: lensaindonesia.com
Agen LPG foto: lensaindonesia.com

JEPARA, Jowonews.com – Bisnis jual beli LPG 3 kg menjadi salah satu lahan “seksi” di kalangan masyarakat. Jika diawal- awal pengalihan penggunaan minyak tanah ke gas, banyak yang menolak untuk dijadikan sebagai pangkalan. Sekarang justru sebaliknya, sejak LPG 3 kg menjadi primadona, peminat untuk menjadi pangkalan gas LPG 3 kg cukup banyak.

Di Kabupaten Jepara kini ada lebih dari 10 orang yang mengajukan izin untuk bisa mendirikan pangkalan. Padahal kini di Jepara sudah terdapat lebih dari 1100 pangkalan LPG 3 kg.

Bacaan Lainnya

Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara Eriza Rudi Yulianto mengatakan, sampai Februari ini ada sekitar 10 orang yang datang untuk meminta izin mendirikan pangkalan LPG. Kemungkinan juga akan terus bertambah.

“Sebagian besar yang mengajukan izin baru dari wilayah Kecamatan Mayong. Saat ini kita belum bisa memutuskan, sebab ini juga terkait dengan kuota LPG 3 kg yang ada di Jepara. Sampai sejauah ini, belum ada tambahan kuota, sehingga tambahan pangkalan hanya akan memindah barang saja sementara kuotanya tetap,” ujarnya, Rabu (18/02).

Menurut Eriza, pihaknya juga akan mengumpulkan 11 agen LPG yang ada di Jepara sebelum memutuskan memberi izin pangkalan baru. “Yang memiliki barang ini kan agen, sehingga terserah agen mau membuka pangkalan baru atau tidak, karena kuotanya tetap,” imbuhnya.

Terkait dengan pengajuan tambahan kuota LPG 3 kg, lanjut Eriza, hingga kini belum ada persetujuan dari kementrian ESDM. Padahal pengajuan tambahan kuota sudah disampaikan akhir Desember 2014 lalu. Pengajuan yang disampaikan memang cukup banyak dibandingkan kuota saat ini.

Saat ini kuota LPG 3 kg di Jepara sekitar 7 juta tabung pertahun, sedangkan yang diajukan hampir dua kali lipatnya. “Pengajuan memang banyak karena kebutuhan riil di lapangan juga bertambah. Namun biasanya yang disetujui juga jauh dari yang diajukan,” katanya.

Namun yang pasti, lanjut Eriza, kuota LPG 3 kg di tiap kabupaten termasuk di Jepara akan mendapatkan tambahan untuk tahun ini. Akan tetapi, angka pastinya belum kita dapatkan.

“Tiap tahun pengguna LPG 3 kg ini kan terus bertambah dan dinamis karena selaian ada pertumbuhan pedagang kaki lima, juga ada pertambahan rumah tangga baru yang memakai LPG 3 kg ini,” jelasnya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *