Februari Bantuan Warga Rawan Longsor di Karanganyar Akan Cair

  • Whatsapp

image

KARANGANYAR, Jowonews.com— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menjanjikan pemberian bantuan pembangunan rumah pada bulan Februari ini, kepada warga yang berada di daerah rawan longsor dan sudah memiliki tanah untuk pindah. Selain itu, paska Bupati menyatakan Karanganyar darurat bencana, BPBD Karanganyar langsung menyiapkan skema untuk merelokasi warga yang ada di Kerjo, Jenawi, dan Tawangmangu.

Bacaan Lainnya

“Ini kita bahas, pernyataan Karanganyar dalam kondisi darurat bencana sudah siap dan itu dapat dipertanggungjawabkan. Sebab kondisi dibeberapa wilayah di Karanganyar sudah benar-benar mengancam keselamatan warga setempat,” jelas Bupati Karanganyar, Juliyatmono ditemui wartawan usai menghadiri Deklarasi Karanganyar Bebas Narkoba, kemarin (17/2).

Untuk warga yang sudah punya tanah pindah, dipastikan Bupati bulan Pebruari ini bantuan untuk pembangunan rumah dapat diberikan. Sedangkan, warga yang belum memiliki tanah masih harus menunggu beberapa persayaratan dan data yang harus dilengkapi guna diajukan sebagai syarat relokasi warga.

“Warga butuh kepastian. Kita pastikan bagi warga yang sudah punya lahan relokasi Pebruari ini bantuan kita berikan,” tegas Bupati.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Nugroho mengungkapkan, tengah menyiapkan skema relokasi dan data akan dikunci begitu Bupati mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Karanganyar Darurat Bencana. Disebutkan dia, lima daerah yang diproyeksikan direlokasi terdapat di Kecamatan Tawangmangu, Kerjo dan Jenawi.

Untuk Kecamatan Tawangmangu berada di Dusun Guyon, Desa Tengklik.  Kecamatan Kerjo berada di Dusun Sidomulyo, Desa Gempolan serta Desa Plosorejo. Sedangkan Kecamatan Jenawi adalah warga yang tinggal di Desa Menjing dan Balong.

Data sementara, warga Dusun Guyon yang akan direlokasi sebanyak 15 Kepala Keluarga (KK). Dusun Sidomulyo mencapai 18 KK, Desa Plosorejo 10 KK, Desa Menjing 55 KK dan Desa Balong 49 KK.

“Fixasi data warga terdampak longsor masih nunggu koordinasi akhir dengan Kades dan Camat setempat. Warga harus menuliskan keputusanya, relokasi atau tidak itu pilihan warga sepenuhnya,” terang Nugroho.

Terpisah Kabid Bina marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar Darmanto memaparkan, pihaknya telah menyusun anggaran setelah ditetapkan darurat bencana. Anggaran nantinya diserahkan ke Bupati guna diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Dari perhitungan, estimasi anggaran yang diajukan besarnya mencapai Rp30 miliar. Dana sebesar itu diantaranya untuk kepentingan relokasi warga di tiga kecamatan. “Yang jelas dana sebesar itu untuk kepentingan perbaikan dari kerusakan akibat bencana,” tegas Darmanto sambil menyampaikan bahwa anggaran tersebut juga untuk perbaikan talud jalan alternatif Matesih-Karanganyar yang longsor. Perbaikan diperkirakan mencapai Rp2 miliar.(JN01)).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *