Jembatan Timbang Rembang Jadi Percontohan

  • Whatsapp
Jembatan Timbang foto: koranborgol.com
Jembatan Timbang foto: koranborgol.com
Jembatan Timbang foto: koranborgol.com

SEMARANG, Jowonews.com – Jembatan timbang Sarang, Rembang, akan menjadi contoh jembatan timbang ideal, menyusul terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No 74 tahun 2014 tentang angkutan jalan. Jembatan timbang ini akan dilengkapi dengan tempat penurunan barang seluas 1,5 hektare.

“Dari 16 jembatan timbang timbang baru jembatan timbang Sarang saja, yang akan jadi percontohan jembatan timbang ideal,” kata Kabid Pengendalian Operasional dan Keselamatan Jalan Dishubkominfo Jateng, Agus Sasmito, Selasa (17/2).

Bacaan Lainnya

Penambahan sarana di jembatan timbang sarang mendapat bantuan dana dari APBN sebesar Rp 6,8 miliar. Tempat penurunan barang seluas 1,5 hektare diperkirakan dapat menampung sekitar 60 kendaraan.

“Ini sebagai tindak lanjut peraturan pemerintah yang menyebutkan, pelanggaran muatan lebih dari 5 persen dari daya angkut akan diturunkan baik di jembatan timbang atau tempat tertentu, yang akan diterapkan 2016,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi soal operasional penurunan barang, apakah akan menggunakan terminal barang atau rest area. “Jika jembatan timbang tidak mampu menampung, kelihatannya seperti itu. Kita tunggu saja nanti tindak lanjut PP No 74 tahun 2014,” tuturnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso menyarankan sebaiknya tujuh jembatan timbang dijadikan percontohan atau dilengkapi sarana dan prasarananya. Jika hanya menjadikan jembatan timbang Sarang saja sebagai percontohan, maka fungsi pengendalian muatan di jalan raya tidak akan berjalan baik.

Menurutnya, saat ini hanya tujuh jembatan timbang yang beroperasi dari 16 buah, sudah membuat beban jalan semakin besar. “Memang ini jadi kewenangan pemerintah pusat. Tapi seharusnya minimal tujuh jembatan timbang yang sekarang beroperasi harus diberi fasilitas yang sama juga,” katanya.

Di Jateng, dari 16 jembatan timbang, 13 diantaranya terletak di jalan nasional, dan hanya tiga buah yang ada di jalan provinsi yakni Gubug Grobogan, Selogiri Wonogiri, dan Sambong Blora. Jika semua memiliki 17 sarana dan prasarana yang disyaratkan sebagai standar operasional jembatan timbang, makafungsi pengendalian dapat terpenuhi.

“Syarat operasional jembatan timbang diantaranya komputerisasi, sistem informasi, timbangan, tempat penurunan bongkar muat, tempat parkir kendaraan, dan tikungan. Ini sudah jadi kesepakatan bersama,” paparnya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *