NELAYAN TUNTUT PENYEDIAAN ALAT TANGKAP ALTERNATIF 

  • Whatsapp
image
Nelayan, ilustrasi

Pati – Nelayan Juwana, Pati menuntut disediakannya alat tangkap alternatif. Hal itu, dipiucu munculnya peraturan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melarang alat tangkap ikan pukat hela dan tarik. 
     
Nelayan khawatir aturan baru tersebut mengancam terjadinya pengangguran massal karena untuk membeli alat tangkap baru yang sesuai dengan kapal mereka butuh investasi yang besar.

“Nelayan juga tidak mudah asal membeli alat tangkap karena harus disesuaikan dengan jenis dan ukuran kapalnya,” kata Koordinator Front Nelayan Bersatu wilayah Pati Bambang Wicaksono di Juwana, Kamis (19/2).

Bacaan Lainnya

Permasalahan seperti itu, seharusnya dipahami oleh pemerintah agar tidak asal mengeluarkan kebijakan yang tanpa dibarengi dengan solusi.

Selama ini, nelayan juga mengklaim bahwa aturan tersebut juga belum pernah dikomunikasikan atau disosialisasikan kepada nelayan sehingga aturan tersebut mengagetkan mereka karena tidak punya kesempatan untuk beralih ke alat tangkap yang diklaim lebih ramah lingkungan.

“Investasi yang harus dikeluarkan tentunya cukup besar, karena ganti alat tangkap juga memungkinkan untuk ganti kapal, terkecuali pemerintah juga menyiasati aturan tersebut dengan alternatif alat tangkap yang ramah lingkungan dan sesuai dengan kapal nelayan,” ujarnya.

Kini masih ada kesempatan bagi pemerintah untuk memikirkan alat tangkap yang cocok untuk nelayan cantrang, mengingat aturan baru tersebut ditunda hingga September 2015.

Efek domino pelaraangan tersebut, tidak hanya dialami pemilik kapal, melainkan anak buah kapal dan keluarga mereka juga ikut terkena dampak atas kebijakan tersebut.

Bahkan, kata dia, pelaku usaha yang selama ini membutuhkan bahan baku ikan dari hasil tangkapan nelayan cantrang juga bakal terkena dampak karena ikan yang dibutuhkan belum tentu bisa dipasok oleh nelayan lain.(JN04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *