Bengawan Solo Meluap, 5 Kecamatan Terendam

  • Whatsapp
Sungai
Sungai
Sungai
Sungai

SRAGEN, Jowonews.com – Bengawan Solo meluap. Akibatnya, 5 kecamatan di Kabupaten Sragen yang berada di bantaran Sungai Bengawan Solo terendam banjir.  Paling parah di Desa Pungsari, Plupuh- Desa Pringanom, Masaran akses jalan putus akibat tergenang banjir mencapai paha orang dewasa.

Luapan Bengawan Solo itu setelah hujan deras selama  2 hari terakhir.  Wilayah bantaran seperti di Plupuh, Sidoharjo, Masaran, Sragen dan Ngrampal pun langsung terendam banjir luapan sungai terpanjang di Jawa tersebut. Kendati tidak merata, namun aktivitas masyarakat sempat terganggu.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya itu banjir yang terjadi di Dukuh Sari , Desa Pringanom, Kecamatan Masaran juga mengancam 268 hektar tanaman padi yang telah menguning dan siap panen.

“Di Dukuh Sari, air menggenangi jalan Masaran – Plupuh dan areal persawahan milik petani. Praktis jalan tersebut tidak bisa dilewati, beberapa kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa balik kanan untuk
menghindari banjir,” tutur Sri Raharjo, warga setempat.

Kepala UPTD Pengairan wilayah Sragen, Suyono, pihaknya sendiri telah menghubungi pihak Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, ternyata tidak ada pembukaan pintu air.
“Jadi banjir ini murni karena curah hujan yang tinggi tadi malam. Bendungan tidak dibuka,” ujarnya.
Suyono mengungkapkan, akibat banjir itu sekitar 10 hektar dari total 260 hektar sawah yang ada di sepanjang jalan Masaran-Plupuh terancam gagal panen.

Terpisah Kepala Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Sukidiyanto mengatakan, akibat hujan deras pada kamis malam, sebanyak 6 rumah di Dukuh Jambu, Kebonromo tergenang air. Namun hal itu hanya berlangsung sebentar, karena pada malam itu juga air langsung surut.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *