Jalan Tanpa Lubang Hanya Program Rutin yang Diajukan

  • Whatsapp
image
Dari kiri, Pengamat Transportasi Unika Semarang Djoko Setidjowarno, Kepala Dinas Bina Marga Jateng Ir Bambang NK, Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso dan moderator Avi Prasetyo dalam Primetopic Dialog Bersama Parlemen di Citrus Resto Hotel Novotel Semarang, Senin (23/2)

SEMARANG – Program Jalan Tanpa Lobang (JTL) yang dilaksanakan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada bulan Januari lalu mendapat apresiasi dari DPRD Jateng. Namun demikian, sesungguhnya itu hanyalah program rutin pemeliharaan, yang waktunya diajukan saja.

“Program jalan tanpa lobang, kami mengapresiasi pak Bambang (Kepala Dinas Bina Marga, Bambang NK,red). Tapi itu program rutin saja. Sesungguhnya itu program pemeliharaan yang diajukan waktunya,”ungkap Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso.

Bacaan Lainnya

Penilaian itu disampaikan Hadi Santoso dalam Primetopic Dialog Bersama Parlemen dengan tajuk “Bina Marga Jemput Bola”, di Citrus Resto Hotel Novotel Semarang, Senin (23/2). Tampil sebagai narasumber selain Hadi Santoso juga Kepala Dinas Bina Marga Jateng Ir Bambang NK dan Pengamat Transportasi Unika Semarang Djoko Setidjowarno.

Lebih lanjut disampaikan Hadi Santoso, program pemeliharaan jalan biasanya dilakukan diakhir tahun dan setelah jalan rusak. Tapi sejak tahun 2015 ini, pemeliharaan diajukan sejak awal tahun anggaran. “Oleh Pak Gubernur dinamakan program jalan tanpa lobang,”katanya.

Politisi dari Wonogiri ini berharap, semoga pemprov dan Bina Marga kuat melaksanakan program JTL. Karena memang jumlah lubang memang sangat banyak.

Apalagi dengan stigma anggaran naik 46%, ekspektasi publik sangat tinggi. “Sehingga ada catatan khusus dari kami buat Bina Marga. Kaitannya dengan kenaikan anggaran. Masyarakat tahunya baik dan halus. Tp di Jateng, lubang itu kondisinya parah. Sehingga kalau jemput bola memang harus terus dilakukan dan harus ada inovasi. Persoalannya tidak hanya halus saja. Tapi juga jalan harus berkeselamatan,”ujarnya.

Kepala Dinas Bina Marga Jateng Bambang NK menyatakan, apa yang disampaikan Hadi Santoso kelihatannya memuji. Tapi menurutnya, Hadi Santoso itu sering menyampaikan kritiknya.

Menurutnya, untuk menyikapi jalan di Jateng itu tidak perlu buru-buru. Tapi harus terprogram dengan baik. “Pak Gubernur menargetkan 2 tahun  kedepan sasarannya jalan di Jateng harus kalahkan Jatim dan Jabar. “Kita sudah berupaya nambali jalan. Adanya ya kerja terus,”katanya.

Terkait program JTL, setiap balai sudah memberdayakan masyaraka setempat. “Di Tegal ada 400 orang yang kita minta bantu, tapi non tekhnis. Kita juga berharap ada konsistensi anggaran dari dewan. Khususnya untuk pembelian peralatan. Idealnya 1 peralatan pemadatan disetiap balai,”pungkasnya.

Sementara itu Djoko Setijowarno menyatakan kalau melihat kondisi sekarang, yang harus dilakukan bukan hanya menyalahkan cuaca sajaM Tapi menejemen transportasi harus dibenahi.

Terkait itu, menurut Hadi Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, sedang menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang kualitas jalan di Jateng. Hal itu sebagai tindak lanjut dan bentuk dukungan DPRD atas program yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *