Pemprov Bayar Proyek Belum Selesai, 21 Pekerjaan Tidak Tepat Waktu

  • Whatsapp

diskusiSEMARANG, Jowonews.com – Proyek infrastruktur yang didanai dari APBD Jateng tahun anggaran 2014 banyak yang bermasalah. Pasalnya, dari 132 paket pekerjaan, 21 diantaranya ternyata tidak bisa selesai tepat waktu. Sehingga rekanannya harus dikenai pinalti.

Meski 21 rekanan proyek pekerjaannya tidak selesai tepat waktu, mereka telah dibayar lunas dan hanya dikenai denda. Diantara 21 proyek yang bermasalah itu adalah pekerjaan Jembatan Kali Tlahap, di Purbalingga.

Bacaan Lainnya

Proyek Jembatan Kali Tlahap dibangun dengan anggaran APBD Jateng 2014 sebesar Rp 1,2 miliar. Rekanannya adalah KSU Karomah dari Bancar Bolang, Pemalang. Diduga KSU karomah hanya dipinjam benderanya saja. Sedangkan pemilik proyek sesungguhnya diduga adalah orang-orang Dinas Bina Marga Jateng.

Menurut anggota komisi D DPRD Jateng Muh Ikhwan, jembatan Kali Tlahap memang tidak selesai tepat waktu. Sampai akhir Desember 2014 pekerjaan belum selesai.

Bahkan pada awal Januari, sisi kiri jembatan sempat amblas. “Itu sebenarnya sudah diperbaiki, tapi pada tanggal 3 Februari, kembali amblas dengan diameter kurang lebih 2 meter,”ungkapnya.

Amblasnya jembatan Kali Tlahap itu diduga karena pengerjaannya asal-asalan. Dimana pemadatannya juga asal-asalan tidak memakai sirtu. Tapi memakai tanah biasa yang diambilkan dari saluran disampingnya.

Meski pekerjaan tidak selesai tepat waktu, pekerjaan itu ternyata sudah dibayar lunas sesuai kontrak kerja. Rekanan yang mengerjakan hanya dikenai pinalti 42 hari dengan denda kurang lebih Rp 37 juta.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso saat dikonfirmasi membenarkan amblasnya sisi kiri jembatan Kali Tlahap di Purbalingga tersebut.

“Memang pekerjaan jembatan Kali Tlahap tidak selesai tepat waktu. Saat kami (komisi D, red) melakukan kunjungan lapangan pertengahan Januari, proyek itu memang belum selesau,”tegasnya.

“Kemarin kita mendapat kabar, tanggal 3 Februari amblas lagi sekitar 2 meter,”katanya.

Hadi berharap pihak terkait supaya mengerjakan proyek dengan serius dan tepat waktu. “Saat kami kesana, juga ada protes dari warga. Karena tanah yang digunakan untuk menguruk, ternyata diambilkan dari tersier yan ada disamping jembatan. Warga khawatir nanti akan ambrol,”pungkasnya.

Kepala Dinas Bina Marga Jateng mengakui ada 21 pekerjaan yang tidak selesai tepat waktu. “Tidak hanya 17 mas, tapi dari 132 paket pekerjaan 2014, ada 21 yang tidak tepat waktu pekerjaannya,”akunya.

Rekanan yang tidak menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu itu, masih menurut Bambang NK, sesuai aturan langsung dikenai pinalti. “Mereka ada yang kena pinalti 4 hari, 8 hari, bahkana ada yang 24 hari,”akunya.

Namun sayang, Bambang NK tidak menjawab pasti terkait pembayaran lunas pekerjaan jembatan Kali Tlahap yang belum selesai. Dia hanya memastikan kalau sisi yang amblas sekarang sudah diperbaiki. “Saya terima kasih mas atas kritikan dan masukannya. Saya pastikan sisi kiri yang amblas sekarang sudah diperbaiki,”tukasnya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *