Pendapatan Labkesda Kudus Turun Drastis

  • Whatsapp
image
Ilustrasi

Kudus, Jowonews.com – Pendapatan laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Kudus turun drastis semenjak diberlakukannya BPJS, karena hanya cek gula saja yang saat ini ada kerjasama dengan BPJS. Komisi D DPRD Kudus pun meminta untuk kerjasama dengan pihak BPJS dibahas kembali agar cek selain gula bisa dikerjasamakan.
Ketua Komisi D DPRD Kudus Mukhasiron mengatakan, saat kunjungan yang dilakukan Senin (23/2), pendapatan Labkesda ternyata turun banyak. Karena hanya cek gula yang dikerjasamakan dengan BPJS. ”Padahal alat Labkesda cukup lengkap, walaupun ada alat canggih yang belum dioperasikan, gas chromatography yang harganya Rp 2 miliar,” katanya kemarin (24/2).
Artinya, peralatan di Labkesda sangat lengkap, sehingga BPJS bisa kerjasama dengan Labkesda untuk kebutuhan laboratorium. Jika perlu, semua kebutuhan cek laboratorium dari fasilitas kesehatan (Faskes) I masuk ke Labkesda.
Sebelum adanya BPJS, pemegang kartu Askes yang kebanyakan PNS, kebutuhan cek laboratorium di cover oleh Askes. Sehingga pendapatan Labkesda cukup besar, karena ada banyak jenis cek laboratorium yang dicover. Namun sejak BPJS, hanya satu saja yang discover BPJS, artinya pendapatan Labkesda seperti terjun payung.
Dalam sidak tersebut, pihaknya juga mendapati ada peralatan yang mangkrak atau belum sama sekali digunakan. Yakni alat gas chromatography yang bisa mengukur kadar keracunan, mulai narkoba, nikotin hingga zat berbahaya yang digunakan dalam makanan. Hasilnya sangat akurat, hingga kadar keracunan bisa diketahui.
Namun ternyata alat seharga Rp 2 miliar yang diadakan sejak 2009 silam belum pernah digunakan. Alasannya, karena dari pihak rekanan belum ada pelatihan, karena pembeli alat tersebut sangat jarang.
Kepala UPT Labkesda Qiston mengatakan, untguk pendapatan memang turun drastis sejak adanya BPJS. Namun pihaknya membuat paket cek untuk menarik masyarakat. Sementara alat yang belum digunakan karena dari rekanan belum ada pelatihan, pelatihan biasanya dilakukan bersama-sama. Namun karena pembeli gas chromatography jarang, belum ada pelatihan.
Sementara itu, Kepala BPJS Kudus Herman Dinata saat diundang Komisi D, mengakui jika baru satu yang discover BPJS di Labkesda. Namun kemungkinan kerjasama untuk cek laboratorium selain cek gula, kedepan sangat mungkin dilakukan. ”Kerjasama untuk cek laboratorium lain bisa dilakukan kedepannya,” ujarnya.
Dia mengakui, memang banyak PNS yang mengeluhkan hal tersebut, karena hanya satu saja yang discover BPJS di Labkesda. Kerjasama dengan Labkesda untuk cek yang lain bisa jalan kembali. Apalgi di BPJS memang ada program Promotif dan Preventif, salah satunya memang pengecekan laboratorium.(JN04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *