Warga Boyolali Kota Protes Tower Ponsel

  • Whatsapp
image
Tower ponsel, ikustrasi foto: amantarakalyana.com

BOYOLALI,Jowonews.com – Merasa ditipu,  warga Kampung Kismobudoyo RT 04/05 Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali Kota, Selasa (24/2) menolak difungsikannya kembali tower telepon seluler yang ada di kampungnya. Pasalnya, kompensasi perbaikan jalan kampung yang dijanjikan saat awal pendirian tower tahun 2016, sampai sekarang tidak direalisasi.

Joko Narimo (45) warga setempat, mengatakan tower tersebut dibangun sejak 2006 lalu. Selama ini sudah disewa beberapa pengelola. Pengelola pertama ada kesepakatan dengan warga dan ada perjanjian, salah satunya memperbaiki jalan sekitar tower.

Bacaan Lainnya

 “Tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” kata Joko kepada para wartawan.

Karena itu, saat petugas dari PT Protelindo datang dan hendak memperbaiki tower itu langsung ditolak warga. Warga tidak mengijinkan tower dihidupkan sampai janji pengelola itu direalisasikan.

“Perjanjian dulu belum terpenuhi. PT baru (pengelola) katanya ndak tahu perjanjian itu. Warga ndak mau tau,” tandasnya.

Koordinator Pengelola Tower PT Protelindo, Rudy Handoko, menjelaskan tower tersebut hendak diperbaiki karena sudah dua tahun tidak dihidupkan. Namun, ketika teknisi hendak masuk, warga menolak. Padahal sudah menunjukkan surat ijin penggunaan tower. “Kalau soal kompensasi itu tentunya sudah diberikan tahun 2006 lalu,” ujar Rudy.

Dikemukakan dia, tower tersebut didirikan pada 2006 lalu dan masa sewanya 10 tahun. Lantaran sudah dua tahun tidak dihidupkan, pihaknya datang untuk mengecek dan memperbaiki. Sebab, dia khawatir bila nanti ada sesuatu yang rusak dari tower bisa membahayakan warga.

Diakui, sesuai Peraturan Daerah (Perda) memang mewajibkan adanya kompensasi untuk masyarakat. Namun, menurut dia, yang diminta warga serupa Corporate Sosial Responsibility (CSR). “Tetapi proposal saja tidak pernah sampai ke kita. Saya sudah berkomunikasi juga dengan warga,” katanya.

Rudy menyatakan dirinya juga senang bila warga sejahtera. Namun, semuanya juga harus melalui prosedur.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *