Beras Mahal, Warga Kendal Beralih Nasi Jagung

  • Whatsapp
Beras Miskin. (Foto : VIVA)
Beras
Beras Miskin. (Foto : VIVA)
Beras Miskin. (Foto : VIVA)

KENDAL, Jowonews.com  – Kenaikan harga beras yang mencapi 30% sangat berdampak dan memberatkan bagi masyarakat. Akibatnya, sebagian masyarakat di Kabupaten Kenda sekarang ini memilih mengonsumsi nasi jagung, dibanding nasi beras. Khususnya masyarakat Kecamatan Sukorejo yang berada di lereng Gunung Prau.

Makan nasi jagung bagi warga Desa Pesaren, Kecamatan Sukorejo adalah hal biasa. Jagung sudah menjadi makanan pokok sehari-hari sebagai pengganti nasi beras, disaat harga beras melambung tinggi.  

Bacaan Lainnya

Seperti diceritakan Tukiyah (75), warga setempat. Menurutnya, dirinya bersama anggota keluarga, sudah biasa mengkonsumsi nasi jagung. “Kami sudah biasa makan nasi jagung. Ketika harga beras mahal dan kami harus mengkonsumsi nasi jagung, tidak menjadikan kesehatan kami turun,”ungkapnya, Rabu (25/2).

Langkah memilih mengonsumsi nasi jagung, memang untuk mensiasati mahalnya harga beras. Karena untuk harga beras, saat ini mencapai Rp 12 ribu per kilogramnya. Sedangkan harga jagung hanya Rp 2.500 per kilogramnya.

“Tapi nasi jagung harus diolah terlebih dahulu sebelum dimasak dan siap di konsumsi. Sebab, untuk mendapatkan nasi jagung diperlukan beberapa proses tahapan,” ujarnya saat berada di PN Kendal menghadiri persidangan sengketa tanah bersama puluhan warga lainnya.

Menurutnya, harga jagung yang sudah siap dimasak berkisar Rp 9.000 per kilogram. Masih dibawah harga beras yang sedang melonjak. Baginya, dengan mengkonsumsi nasi jagung lebih efektif dan terjangkau.

“Sebab, untuk mendapatkan jagung tidaklah sulit. Karena hampir setiap warga kebanyakan bermata pencaharian sebagai petani,” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan Dwi Kodriyah (23), warga Dusun Pesaren Sukorejo. Makan nasi jagung merupakan makanan pokok sehari-hari. Baginya, nasi jagung adalah makanan asli daerah pegunungan. Karena sebagian besar masyarakat pegunungan bertanam palawija seperti menanam jagung.

“Makan nasi jagung akan lebih nikmat, jika dilengkapi dengan sambal terasi, gereh (ikan asin-Red) dan sayuran hijau sebagai lalapan ditambah dengan petai ataupun jengkol,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk bisa makan nasi beras dalam kurun waktu satu bulan bisa dihitung. Dirinya lebih sering makan nasi jagung dibandingkan makan nasi beras. Menurutnya, rasa nasi jagung lebih nikmat dan punya khas tersendiri.

“Seminggu makan nasi beras hanya sekali, terlebih beras itu didapat dari bantuan pemerintah melalui raskin. Beras raskin itu saja sering diterima dalam kondisi banyak berjamur,” tandasnya. (JN01)  

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *