Universitas Budi Luhur Gelar Kunjungan ke UMK

  • Whatsapp

logo-ublKudus, Jowonews.com– Jajaran pengelola perpustakaan Universitas Budi Luhur (UBL), Jakarta, melakukan studi banding ke perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK), Rabu (25/2/2015). Rombongan sejumlah 12 orang itu dipimpin oleh Sudiyatno Yudi Nugroho (Kepala Perpustakaan) dan Dwi Acha Diani (Kepala Biro Pengembangan dan Publikasi).

Rombongan yang tiba di UMK sekitar pukul 15.00, ini diterima antara lain A. Hilal Madjdi (Wakil Rektor I UMK), Muh Syafe’i (Wakil Rektor IV), Noor Athiyah (Kepala Perpustakaan UMK) dan jajaran pengelola perpustakaan UMK.

Bacaan Lainnya

Hilal dalam sambutannya menyambut baik ‘’kunjungan persahabatan’’ rombongan dari perguruan tinggi berbasis Teknologi Informasi (IT) pertama di tanah air itu. ‘’Semoga ini bukan kunjungan biasa, tetapi bisa ditindaklanjuti dengan kerjasama yang lebih baik. Kebetulan wakil rektor UMK bidang kerjasama, Muh Syafei, juga ada di tengah-tengah kita,’’ ujarnya.

Dwi Acha Diani dari UBL mewakili rombongan, mengemukakan, tujuan kunjungan di UMK adalah dalam rangka melihat perpustakaan di universitas terbesar di Pantura Timur Jawa Tengah itu. ‘’Untuk menimba pengalaman, dari sisi IT, koleksi buku, serta koleksi jurnal ilmiah,’’ ungkapnya.

Kepala Perpustakaan UMK, Noor Athiyah pada kesempatan itu memaparkan mengenai proses pengelolaan repository, yang peringkatnya secara nasional terbilang cukup bagus. ‘’Repository UMK secara nasional tahun ini berada di peringkat 18 dan peringkat tiga di  Jawa Tengah,’’ paparnya.

Dia mengemukakan, pengelolaan repositori di UMK sendiri baru dimulai pada 2010, mulai dengan menata instalasi sistem, mengumpulkan soft file skripsi, dan kemudian melakukan entry data skripsi yang ada. ‘’Tahun 2011, data yang berhasil di entry baru 1.597. Namun kami bekerja keras, dan hasilnya sudah kelihatan sekarang,’’ tuturnya.

Sementara itu, selain paparan mengenai perpustakaan, khususnya masalah repository, pada kesempatan itu juga dipaparkan mengenai Waroeng Perancis. ‘’Warung Perancis ini baru di UMK, hasil kerjasama dengan Institut Francais Indonesia (IFI),’’ katanya. (JN04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *