Akik Giok Aceh Untuk Terapi Kesehatan

  • Whatsapp

batu giok aceh

SEMARANG, Jowonews.com – Pesta penggemar akik bagi warga Semarang di Pameran Batu Mulia (Gemstone) Sri Ratu Pemuda, Semarang, turut diramaikan oleh peserta luar daerah. Membawa batu mulia khas daerah, adalah salah satu daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang berminat membeli atau sekadar melihat-lihat.

Bacaan Lainnya

 

Salah satunya Hendra (40), peserta pameran asal Nangroe Aceh Darussalam (Aceh). Ia membawa koleksi batu mulia giok hijau (nephrit) dan hitam (aswad) khas Aceh yang sempat fenomenal beberapa pekan terakhir ini. Lantaran adanya penemuan batu giok seberat 20 ton di pedalaman Aceh.

 

“Saya membawa giok Aceh. Ini adalah batu mulia sejenis yang beberapa waktu lalu menghebohkan, karena ditemukan seberat 20 ton,” ujarnya sambil menunjukan batu giok berwarna hijau baik mata cincin atau bongkahannya.

 

Dikatakannya, giok yang juga biasa disebut batu nefrit giok Aceh ini, memiliki keistimewaan dibandingkan batu mulia lainnya. Terlihat sekilas mirip dengan batu bacan dengan warna hijaunya. Namun nefrit lebih padat dengan sentuhan di dalamnya semburat jernih jika diterangi dengan pencahayaan.

 

“Terlihat kasat mata gelap namun jika disinari pencahayaan akan sangat jernih seperti kristal  menembus badan batu dengan memperlihatkan siliet yang cantik,” katanya kembali.

 

Di dalam stan batu mulianya, Hendra juga menyediakan potongan nephrit giok mulai dari ukuran bungkus korek api sampai ukuran batu bata.

 

Sedangkan giok hitam (aswad) selain sebagai mata cincin yang cantik juga berguna sebagai terapi bagi kesehatan. Saat didemokan, air mineral gelas yang dicelupkan beberapa tetes obat luka cair, keadaan air langsung keruh berwarna kecoklatan. Ketika batu giok aswad dimasukan kedalam gelas air minel, keadaan air perlahan langsung berubah jernih kembali. Cukup dalam waktu kurang lebih lima detik proses penjernihan.

 

“Sama halnya ketika batu giok aswad hitam ini dipakai di jari, maka secara perlahan akan melakukan detoksinasi kepada tubuh. Ini bisa digunakan sebagai terapi kesehatan secara alamiah,” ujarnya.

 

Disinggung harganya, satu bongkah batu nephrit giok hijau seukuran bungkus korek api hanya dihargai Rp.200 ribu, sedangkan giok hitam (aswad) diharga Rp.150 ribu untuk ukuran yang sama.

 

“Seperti halnya bacan, dulu harganya hanya Rp.20-30 ribuan. Sekarang mana ada, setelah booming akik. Sama halnya nefrit dan aswad. Ini, harganya naik dua kali lipat setelah ada pemberitaan penemuan 20 ton batu giok, dulu malah bisa dibawah Rp.100 ribu,” paparnya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *