Riwayat Buruk Wakapolsek Yang Rusak Markasnya Sendiri

  • Whatsapp

polisiSemarang, Jowonews.com – Wakapolsek Gunungpati Semarang AKP Hadi yang mangamuk dan merusak markas yang dipimpinnya itu hingga saat ini masih buron. Perwira menengah Polrestabes Semarang tersebut ternyata memiliki track record buruk dalam karirnya.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Propam Polda Jateng Kombes Hendra Supriatna di kantornya di Mapolda Jateng, Kamis (26/2).

Bacaan Lainnya

Menurut Hendra, AKP Hadi pernah mendekam dalam tahanan selama tiga bulan pada 2004 lalu. “Menganiaya seorang perempuan, dihukum tiga bulan oleh PN Semarang,” katanya.

Pada tahun 2012, Hadi kembali berulah. Yang bersangkutan membawa keluar seorang tahanan perempuan kasus penyalahgunaan narkotika dari dalam tahanan Satuan Tahanan dan Barang Bukti Polrestabes Semarang. Atas tindakannya itu, propam polda masih menyelidiki lebih lanjut.

Hadi juga dikenal senagai anggota yang gemar minum minuman keras. “Yang bersangkutan ini pemabuk,” katanya.

Hendra mengaku heran karena polisi dengan rekam jejak yang buruk tersebut bisa menjabat sebagai Wakapolsek.

Sebelumnya, AKP Hadi mengamuk di Mapolsek Gunungpati sambil mebawa sebilah parang pada 16 Februari lalu.

Aksi nekat perwira polisi tersebut berawal dari keberadaannya di sebuah tempat karaoke yang tidak jauh dari markas polisi itu.

Pengelola karaoke Yuliana Safitri mengatakan AKP Hadi datang ke tempat hiburan itu dengan dua wanita yang diduga merupakan SPG.

Tanpa sebab yang jelas, Hadi yang dalam kondisi mabuk kemudian marah-marah. Ia bahkan memukul serta mengancam akan menembak salah seorang pegawai tempat karaoke itu.

Yuliani yang ketakutan kemudian meminta bantuan ke polsek agar AKP Hadi dijemput.

Usai kejadian di tempat karaoke tersebut, AKP Hadi justru mengamuk di Mapolsek Gunungpati. Dengan membawa sebilah parang, oknum polisi itu mencari-cari Kapolsek Kompol Ahmadi.

Hadi melampiaskan kekesalannya ke mobil milik kapolsek dalam aksinya itu. (JN05)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *