BKM Mampu Kembangkan Ekonomi Masyarakat

  • Whatsapp

ekonomiKendal, Jowonews.com – Keberadaan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) sangat vital bagi pengembangan ekonomi masyarakat. Ribuan usaha kecil menengah sudah terbantu dana dari BKM. Hal ini terjadi pada BKM Kurnia Jaya Cepiring yang mampu mengembangkan ekonomi lokal bagi masyarakat di Desa Cepiring melalui perguliran dana kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang kini anggotanya berjumlah ribuan.

“Untuk pengembangan ekonomi lokal itu, hingga kini sudah disalurkan dana  sampai Rp 6 miliar,” kata Askot CD PNPM Mandiri Perkotaan, Nunuk Sarah Zenubia saat menghadiri rembug warga tahunan (RWT) tahun buku ke- 14 BKM Kurnia Jaya Cepiring di balai desa setempat, tadi pagi. RWT dihadri oleh Kades Cepiring, Ketua BPD, Ketua Tim Penggerak  PKK Desa, Ketua RT, Ketua KSM, Tokoh masyarakat dan agama se-Desa Cepiring.

Bacaan Lainnya

Nunuk Sarah Zenubia mengatakan, pada 2009 program P2KP berubah nama menjadi PNPM Mandiri Perkotaan. Saat itu, kata Nunuk ada 57 BKM yang mendapatkan dana PNPM di Kendal. Namun berdasarkan kebijakan pusat, terdapat pembagian kecamatan berdasar wilayah perdesaan dan perkotaan. Dari 20 Kecamatan di Kabupeten  Kendal, yang masuk kategori Kecamatan Perkotaan hanya empat, yakni Kecamatan Kaliwungu, Kendal, Brangsong dan Weleri.

Sedangkan 16 Kecamatan masuk kategori kecamatan perdesaan, termasuk 17 BKM, seperti yang ada di Kecamatan Cepiring (2 BKM), Kecamatan  Gemuh (1 BKM), Kecamatan Pegandon (1 BKM), Kecamatan Kaliwungu Selatan (6 BKM ), Kecamatan Boja (1 BKM), Kecamatan Patebon (2 BKM) , Kecamatan Sukorejo (2 BKM), Kecamatan Rowosari (2 BKM).

“Karena sudah tidak mendapatkan fasilitasi pendampingan fasilitator lagi hingga sekarang ada yang masih berjalan, tetapi kebanyakan macet total perguliran ekonominya,” terangnya.

Nunuk Sarah Zenubia mengaku, sudah meminta kepada Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) supaya melakukan monitoring ke BKM tersebut. Dan idealnya menurutnya, adanya pembinaan atau pendampingan fasilitator dengan dana daerah (APBD).

Diakui dari berbagai BKM yang ada, BKM Kurnia Jaya Cepiring paling besar perguliran dananya. Karena BKM tersebut mendapatkan dana lebih dulu dan pengurusnya memiliki komitmen tinggi.

Nunuk Sarah Zenubia menambahkan, untuk diketahui, bahwa total aktiva lancar BKM tersebut berjumlah Rp 586.523.126, dengan pendapatan jasa berjumlah Rp 96.997.000  dan pemupukan modal Rp 20.397.159. Sedangkan laba tahun 2014 berjumlah Rp 24.409.735. Adapun akumulasi perguliran dana telah mencapai Rp 6.019.250.500.

Koordinator BKM  Kurnia Jaya Cepiring, Djuwito mengatakan bahwa dana P2KP yang diterima BKM Kurnia Jaya Cepiring sebanyak 2 kali, pertama tahun 1999 sebesar Rp 250 juta, dan tahun 2003 memperoleh dana sebesar Rp 100 juta.

Sehingga modal untuk simpan pinjam Rp 350 juta. Sedangkan, pada tahun 2006 -2008 mendapatkan program Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (PAKET) P2KP yang digunakan untuk rehab rumah tidak layak huni, pembangunan jalan paving, gorong-gorong dan lainnya.

“BKM mampu memberikan modal kepada usaha kecil, seperti pedagang sepeda, pandai besi, bakul pasar, usaha tempe , garmen , penjual mie ayam, ayam goreng  dan lain sebagainya,” kata Djuwito. (JN09)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *