Proyek Jateng Park Ditangani SPJT

  • Whatsapp
Jateng Park. (Foto : IST)
Jateng Park. (Foto : IST)
Jateng Park. (Foto : IST)
Jateng Park. (Foto : IST)

SEMARANG, Jowonews.com – Proyek pengembangan Wana Wisata Penggaron atau yang lebih dikenal Jateng Park terus berjalan. Proyek dengan lahan 500 hektar tersebut, pengerjaannya akan diserahkan tidak akan langsung ditangani oleh Pemprov Jateng.

Namun akan diserahkan/dipercayakan  kepada salah satu BUMD milik Pemprov Jateng, yaitu PT SPJT (Sarana Pembangunan Jawa Tengah). Sehingga bisa langsung mengakses bisnis to bisnis.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng H Sri Puryono saat dikonfirmasi wartawan menyampaikan sampai sekarang belum dipastikan kalau PT SPJT yang menangani. Akantetapi, Sekda menyatakan idealnya memang yang menangani pengembangan Jateng Park di Penggaron adalah BUMD.

“Belum-belum. Idealnya itu (yang menangani, red) BUMD (Badan Usaha Milik Daerah, red). Biar langsung mengakses bisnis to bisnis,” akunya, kemarin.

Menurutnya, perkembangan rencana pengembangan Jateng Park saat ini, setelah dilakukan penandatanganan MoU antara Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Perum Perhutani, Pemprov Jateng dan serta Pemkab Semarang, di Jakarta akhir Januari lalu, jadwalnya adalah penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS). Yaitu antara Perum Perhutani, Pemprov Jateng yang diwakili Dinas Pariwisata dan Pemkab Semarang.

Disampaikannya, saat ini pemprov juga masih menunggu hasil penyusunan masterplan yang dilakukan oleh tim dari Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan (P2PAR) Institut Tekhnologi Bandung (ITB) yang diketuai Budi Faisal.

“Hasil dari ITP itu (minta waktu, red) dua bulan untuk menyelesaikan. Nanti kita tagih hasilnya,”katanya.

Hasil dari tim ITB itu, sebelum didokumentasikan, pihaknya rencananya akan minta dilakukan  focus discussion group (FGD) sekali lagi untuk membahasnya. Tujuannya untuk mendapatkan masukan baru lagi dari berbagai pihak.

Sebelumnya dalam FGD di Gedung Rimba Graha Perhutani, Ketua Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan (P2PAR) Institut Tekhnologi Bandung (ITB) Budi Faisal mengaku sudah mendapatkan data mentah dari hasil survey yang dilakukannya di Wana Wisata Hutan Penggaron

Langkag selanjutnya, akan dilakukan analisis untuk mendapatkan gambaran awal. Karena Jateng Park itu harus dikonsep dengan baik. “Jateng Park harus memiliki keunikan tersendiri yang diharapkan bisa menarik investor dan pengunjung kelak,”katanya.

Keunikan itu mutlak diperlukan, karena sekarang sudah banyak tempat wisata yang menggunakan konsep taman safari. Seperti Jatim Park, Jungle Land di Jawa Barat. “Bila ingin diminati pengusaha maupun pengunjung, harus memunculkan budaya dan kearifan lokal. Yaitu mengembangkan budaya berbasis konservasi dan leisure dan berlevel internasional,”ujarnya.

Dia optimis, dengan konsep yang disampaikan, Jateng Park akan bisa berkembang dan menarik minat masyarakat ataupun investor. “Lokasinya kan juga dekat jalan tol dan potensi alamnya juga bagus,”pungkasnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *