Wagub Minta Masyarakat Kontrol Penyaluran Bansos/Hibah

  • Whatsapp

Wagub Heru SudjatmokoSEMARANG, Jowonews.com – Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko mengharapkan adanya kontrol dari masyarakat, media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) terkait dengan penyaluran bantuan sosial (Bansos) maupun hibah dari Pemprov Jateng. Dengan adanya kontrol dari masyarakat, penyimpangan dana bansos/hibah akan bisa ditekan.

“Ini kita sedang terus membenahi penyaluran bansos ataupun hibah dari sisi pemerintah. Sistem penyaluran dan kontrol memang perlu ditingkatkan. Tapi itu tidak cukup untuk menekan adanya penyimpangan. Harus ada kontrol dari masyarakat dan media,”tegas Wagub. Kemarin.

Bacaan Lainnya

Pernyataan itu disampaikan Wagub saat dimintai komentarnya terkait dugaan banyaknya pemotongan bansos dan hibah kepada masyarakat, yang bersumber dari APBD Jateng 2014.

Diantaranya adalah pemotongan dana hibah bidang pendidikan keagamaan tahun 2014 untuk 16 MI Muhamadiyah di Kabupaten Wonogiri. Pemotongan mencapai 40% dari total bantuan itu diduga dilakukan oknum partai pemenang pemilu 2014, melalui broker bernama  Harwan Widodo, orang Wonogiri.

Ke-16 titik hibah pendidikan keagamaan yang mendapat bantuan dan dipotong sampai 40 persen itu kesemuanya adalah MI Muhamadiyah. Sesuai proposal yang diajukan, bantuan dari provinsi itu akan digunakan untuk pembelian tekhnologi informasi komputer (TIK).

Total keseluruhan bantuan hibah pendidikan bidang keagamaan untuk 16 MI Muhamadiyah adalah Rp 290.000.000,00. Kalau potongannya 40 persen, maka total potongannya adalah Rp 116.000.000,00. Sehingga yang sampai ke 16 lembaga pendidikan keagamaan MI Muhamadiyah hanya Rp 174.000.000,00.

Salah seorang guru di MI Muhamadiyah Eromoko, Rusdiyana saat dikonfirmasi membenarkan kalau MI-nya bersama kurang lebih 14 MI yang lain di Wonogiri mendapat bantuan dari APBD Provinsi Jawa Tengah untuk TIK.

Lebih lanjut disampaikan Wagub, dirinya menyampaikan terimakasih kepada masyarakat/media yang selama ini sudah menyampaikan masukannya. Sebab, dirinya juga sering menyampaikan bahwa pemberian hibah ataupun bansos itu baik. Tentu mana kala diberikan/disalurkan dengan baik dan benar sesuai dengan tujuannya.

“Tapi menjadi tidak baik, mana kala terjadi penyimpangan penyalurannya. Jadi selain sistem dan kontrol diperbaiki, kontrol dari masyarakat juga harus terus dilakunan,”tegasnya.

Sementara itu menurut informasi yang berhasil diperoleh Jateng Pos, potongan dana untuk 16 MI Muhamadiyah di Wonogiri sebesar 40% ternyata membuat sang broker Harwan Widodo ketakutan. Dana pemotongan itu telah dikembalikan utuh kepada 16 MI penerima hibah.

“Dananya sudah dikembalikan semua mas. Alasannya pokoknya Harwan Widodo tidak mau membelanjakan. Tapi semuanya dipeseni tidak boleh ngomong ke media,”ungkap salah seorang tokoh masyarakat di Wonogiri. (JN01)

Data Bansos/Hibah diduga Dipotong
———————————————-
1.Kabupaten Sragen;
-Dana APBD Jateng 2014
– 20 titi bansos untuk pertanian dan peternakan di wilayah Gemolong, Sragen.
– Diduga disunat oknum anggota dewan dari PKB Sragen.
– Satu kelompok peternak Patriot Dusun Kemiri, Desa Purworejo, Gemolong dapat Rp 45 Juta, dipotong Rp 35 Juta.
– Kelompok peternak terpaksa kembali urunan untuk bisa membeli dua ekor sapi.

2.Kabupaten Wonogiri
-APBD Jateng 2014
-Aspirasi PDIP
– 16 MI Muhamadiyah total dapat hibah Rp 290 Juta
-Masing-masing MI Muhamadiyah dipotong 40%.
– Total potongan (Rp 116 juta)
-Broker Harwan Widodo orang Wonogiri
-Dikumpulkan di Masjid Wonogiri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *