Di Jateng Ada 100 KM Jalan Non Status dan Dibiarkan Rusak

  • Whatsapp
Jalan berlubang di Jateng. (Foto : IST)
Jalan berlubang di Jateng. (Foto : IST)
Jalan berlubang di Jateng. (Foto : IST)
Jalan berlubang di Jateng. (Foto : IST)
SEMARANG,Jowonews.com – Program jalan tanpa lobang (JTL) yang di gembar-gemborkan Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo harus didukung semua lapisan masyarakat. Namun demikian, kalau realistis, program itu sulit terpenuhi, kalau tidak boleh dianggap hanya pencitraan.

Pasalnya, sekarang ini di Jateng ternyata ada sekitar 115,6 km jalan yang tidak jelas statusnya. Akibatnya, jalan yang tidak jelas statusnya itu tidak pernah diperbaiki, karena tidak jelas siapa yang bertanggungjawab. Sehingga kondisinya pun rusak parah.

Bacaan Lainnya

Fakta banyaknya jalan yang tidak berstatus itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso. “Di Jateng sekarang banyak jalan non status. Jumlahnya ratusan kilo. Sekitar 115 kilometer. Akibanya ya tidak pernah diperbaiki. Karena tidak tersentuh APBD dan tidak ada yang bertanggungjawab,”ungkapnya.

Jalan non status itu harus dipikirkan, untuk dicarikan jalan keluarnya. Kalau tidak, kasihan masyarakat disekitar jalan tersebut. Mereka harus melewati jalan rusak terus.

Hadi membeberkan, diantaranya jalan yang tidak jelas statusnya itu adalah ruas Wonosegoro-Boyolali, Gombong-Kebumen. Batureno-Nguntoronadi (wonogiri) dan beberapa ruas di Kabupaten Grobogan dan kabupaten lainnya.

“Jalan-jalan itu menjadi non status itu dianatanya karena adanya peralihan jalur dan lain sebagainya,”katanya.

Hadi juga menginformasikan bahwa menjelang lebaran tahun ini Jateng akan mengalami banyak gangguan lalu lintas. Karena tahun ini banyak pekerjaan besar pada anggaran murni 2015. Diharapkan pekerjaan itu akan selesai pertengahan tahun ini.

“Tapi. Setelah saya melihat kalender, ternyata bulan Juni itu sudah lebaran. Jadi secara tekhnis akan banyak gangguan lalin dan Jateng akan kebanjiran problem transportasi,”ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Bina Marga Jateng Bambang NK menyampaikan bahwa pada tahun ini Jateng memang banyak proyek besar. Bahkan untuk membantu infrastruktur di Jateng, pada tahun ini Pemerintah Pusat memberikan bantuan Rp 100 miliar yang dikucurkan ke Jateng.

“Jadi perkiraan saya pada bulan April-Maret akan menjadi puncak kemacetan di Jateng. Harapan saya, sebelum lebaran proyek pembangunan/perbaikan jalan sudah selesai,”pungkasnya.(JN01)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Klik di sini untuk Balas atau Teruskan
0,49 GB (3%) dari kuota 15 GB telah digunakan
©2015 GooglePersyaratanPrivasi
Aktivitas akun terakhir: 4 menit yang lalu

Detail

ahmad suudi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *