Laba 8 BUMD Ditarget Rp 319,188 Miliar

  • Whatsapp
Sri Puryono Calon Sekda Jateng (Foto : Poskota)
Sri Puryono Calon Sekda Jateng (Foto : Poskota)
Sri Puryono Calon Sekda Jateng (Foto : Poskota)
Sri Puryono Calon Sekda Jateng (Foto : Poskota)

SEMARANG, Jowonews.com – Kinerja tujuh Badan Usaha Milik Daerah  (BUMD) yang dikelola Pemprov Jateng sampai saat ini terus dievaluasi. Dari tujuh BUMD, hanya PT Pekan Raya Promosi dan Pembangunan (PRPP) yang masih bermasalah dan belum dapat menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).

Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sri Puryono, hasil rekomendasi tim revitalisasi BUMD menyatakan hanya PT PRPP yang masih terus merugi. Kerugian PT PRPP disebabkan karena masalah status aset tanah yang sampai saat ini belum selesai.

Bacaan Lainnya

“Kami masih menunggu sampai masalah aset PT PRPP selesai. Pemprov akan berupaya semaksimal mungkin menuntaskan masalah PT PRPP,” katanya.

BUMD tersebut belum bisa menyumbang PAD dan masih membukukan kerugian secara kumulatif mencapai Rp 6,9 miliar. Kerugian secara kumulatif terjadi sejak PT PRPP berdiri hingga sekarang.

Sebagian besar karena adanya biaya penyusutan aset. Sampai 2012, PRPP telah diberi penyertaan modal sebesar Rp 39,252 miliar, dari modal dasar Rp 50 miliar. Dalam APBD 2015, laba atas penyertaan modal terhadap delapan BUMD ditarget sebesar Rp 319.188.988.000.

Delapan BUMD tersebut antara lain PT Bank Jateng, Perusda Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT), BPR BKK,
Perusda Air Bersih (PDAB) Tirta Utama, PT Wijaya Kusuma (Kawasan Industri Wijaya Kusuma, PT Asuransi Bangun Askrida, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), dan PT Sarana Patra Hulu Cepu.

Perusda CMJT ditarget Rp 3,6 miliar, PT Bank Jateng Rp 237,5 miliar, BPR BKK Rp  56 miliar, PDAB Tirta Utama Rp 1,7 miliar, Kawasn Industri Wijaya Kusuma Rp 1,31 miliar, PT Asuransi Bangun Askrida Rp 5,4 miliar, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) Rp 11 miliar, dan PT Sarana Patra Hulu Cepu sebesar Rp 2.678.988.000.

Anggota Komisi C DPRD Jateng, Wahyudin Noor Aly menuturkan, dengan berbagai potensi yang ada, PAD Jateng seharusnya bisa lebih besar. Sembilan perusda yang mendapat suntikan modal dari Pemprov seharusnya
memberi keuntungan dan menyumbang PAD.

“Masih ada BUMD yang tidak memberi keuntungan sama sekali. Ada juga yang keuntungannya di bawah bunga bank,” ujar politikus PAN tersebut. Dari seluruh BUMD yang dikelola Pemprov, hanya Bank Jateng yang labanya cukup bagus. Meski demikian, Bank Jateng diharapkan terus dikembangkan. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *