DBHCT untuk Buruh di Kudus Belum Signifikan

  • Whatsapp
tembakauKudus, Jowonews.com – Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) menyesalkan penggunaan DBHCHT untuk buruh di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, belum signifikan.
“Selama ini kegiatan yang memungkinkan DBHCHT dapat dimanfaatkan oleh kalangan buruh IHT (Industri Hasil Tembakau) berupa pelatihan keterampilan kerja, namun kenyataannya tidak maksimal,” kata
Koordinator KSBSI Kudus Slamet Machmudi di Kudus, Selasa.
Alokasi terbesar DBHCHT banyak diserap oleh Disnosnakertrans Kudus melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Sejak DBHCHT digulirkan 2009 – 2015, BLK Dinsosnakertrans telah menyelenggarakan pelatihan kerja untuk buruh dan masyarakat di lingkungan industri hasil tembakau.
Selama kurun waktu 5 tahun, tidak kurang 57 milyar DBHCHT Kudus dikelola BLK untuk pelatihan kerja. Namun patut disayangkan, output dari kegiatan BLK tersebut tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan negara.
KSBSI menilai BLK telah gagal mengelola DBHCHT dalam melakukan pembinaan lingkungan sosial, sebagaimana ketentuan Permenkeu 84/PMK.07/2008 tentang penggunaan DBHCHT.
BLK tidak memiliki arah yang jelas dalam program pelatihan kerja. Ribuan peserta pelatihan kerja dari kalangan buruh hanya 30 %. Sementara angka pengangguran di Kudus tidak berkurang malah semakin bertambah.
Faktor penyebab kegagalan BLK terletak pada eksploitasi DBHCHT yang begitu masif untuk hibah serta proyek bagi oknum pejabat dan penyelenggara lembaga pendidikan kerja (LPK).
Tanggungjawab atas hasil pelatihan kerja tidak sinkron dengan upaya terciptanya lapangan kerja baru.
KSBSI mendesak agar dilakukan evaluasi besar-besaran terhadap penyelenggaraan pelatihan kerja di BLK. DBHCHT tidak untuk dihabiskan tanpa membawa dampak perubahan bagi kesejahteraan masyarakat di lingkungan IHT.
Sebab, DBHCHT ada bergantung pada kelangsungan IHT yang ada di Kudus. Sementara regulasi terkait IHT lebih pada upaya mematikan IHT dengan dalih kesehatan dan penyelamatan generasi bangsa. (JN04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *