Jembatan Penghubung Pekalongan-Batang Batal Dibangun

  • Whatsapp
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau Jembatan Comal di Jalur Pantura, Pemalang, Jateng, Kamis (24/7)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau Jembatan Comal di Jalur Pantura, Pemalang, Jateng, Kamis (24/7)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau Jembatan Comal di Jalur Pantura, Pemalang, Jateng, Kamis (24/7)

KAJEN, Jowonews.com – Pembangunan jembatan penghubung Kabupaten Pekalongan dengan Batang batal dilaksanakan. Pasalnya, hal ini menyusul gagalnya negosiasi antara pemerintah dan warga pemilik tanah.

Pembangunan jembatan di Kali Kupang yang terletak di Desa Karangdadap Kecamatan Karangdadap tersebut direncanakan bakal dilakukan 2015. Rencananya pembangunan dengan anggaran APBD Kabupaten Pekalongan, Batang dan Provinsi Jawa Tengan dengan anggaran mencapai miliaran rupiah.

Bacaan Lainnya

Perwakilan pemilik tanah, Muhamad Adimulyo mengatakan, pembebasan tanah seluas 138 m2 tersebut tidak bisa dilakukan. Hal itu disebabkan pemilik tanah (Muhamad Adimulyo dan Mutiah) tidak sepakat dengan tawaran pemerintah.”Lahan itu katanya mau dijadikan jalan tembus untuk pembangunan jembatan,” kata Adimulyo.

Dipaparkannya, pihak pemerintah desa dan perwakilan DPU Kabupaten Pekalongan menawarkan harga sesuai NJOP wilayah senilai Rp 150 ribu per meter. Namun pihaknya bertahan pada angka Rp 300 ribu per meter.

“Pertemuannya sudah beberapa kali. Saya juga diminta mencari bukti jual beli harga tanah tertinggi di wilayah sekitar dan ada dengan harga Rp 300 ribu per meter. Awalanya memang sepakat, namun pertemuan terakhir malah tidak jadi karena dari perwakilan DPU tetap dengan harga Rp 150 ribu per meter. Padahal petugas mengaku anggaran pembebasan lahan itu Rp 50 juta,” jelasnya.

Karena negosiasi buntu, anggaran pembebasan lahan akhirnya dikembalikan ke Pemerintah Daerah. Informasi yang dihimpun JPNN penelusuran kendala pembebasan lahan tersebut dilakukan oleh Komunitas Pecinta Nusantara (Kopen) Kabupaten Pekalongan dengan sejumlah pihak terkait. Di antaranya pihak Kecamatan Karangdadap dan pihak Desa Karangdadap.

Pengurus Kopen, Kurdimanto mengatakan, pihaknya berusaha memberikan pemahaman kepada pemilik tanah bahwa pembangunan jembatan tersebut menyangkut kepentingan umum. Dengan terbangunnya jembatan itu, diharapkan perekonomian semakin meningkat karena banyak masyarakat yang melintas.

“Tentu saja dengan adanya jembatan, pola ekonomi akan menggeliat, pasar sekitar ramai, masyarakat sekitar membuka usahapun pasti laku,” jelasnya.

Kepala Desa Karangdadap, Khudor menambahkan, pihaknya menyayangkan gagalnya pembangunan jembatan tersebut. Sebab, menurutnya pembangunan tersebut akan memicu laju ekonomi masyarakat.

“Sebenarnya rencana pembangunan ini sangat bagus karena jalan pasti bagus dan bisa dilalui mobil atau angkutan. Perkampungan ini jadi ramai dan hidup, karena banyak masyarakat dari Batang atau Kabupaten Pekalongan bahkan Pemalang yang lewat jembatan ini,” ungkapnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *