Pendemo Batang Jarah Dagangan Warga

  • Whatsapp
Demo di Pantura Batang. (Foto : IST)
Demo di Pantura Batang. (Foto : IST)
Demo di Pantura Batang. (Foto : IST)
Demo di Pantura Batang. (Foto : IST)

BATANG, Jowonews.com – Puluhan rumah dan toko (Ruko) yang ada di sepanjang Jl. Gajah Mada, Desa Sambong, dan Jl. Raya Sambong, Kecamatan/Kabupaten Batang. Selasa (3/3) siang, mengalami kerugian besar. Pasalnya, barang dagangan mereka habis dijarah nelayan yang tengah melakukan aksi unjuk rasa menolak pelarangan penggunaan kapal cantrang/trawl oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Nelayan yang kelelahan setelah melakukan aksi demo, mengambil sejumlah dagangan, khususnya makanan yang dijual disepanjang Jl. Gajah Mada, Desa Sambong, dan Jalan Raya Sambong, Kecamatan/Kabupaten Batang. Bahkan sebuah warung makan, nyaris dibakar massa, karena pemilik warung melarang  massa masuk ke warung makan miliknya

Bacaan Lainnya

Melihat aksi penjarahan yang dilakukan sejumlah pendemo. Para pedagang yang berada di sepanjang Jl.Gajah Mada, Desa Sambong, dan Jalan Raya Sambong, Kecamatan /Kabupaten Batang, langsung menutup dagangannya. Tidak sedikit pedagang yang meninggalkan jualannya, karena ketakutan.

Seperti Rahmadi (51), warga Desa/Kecamatan Bandar. Dia mengaku meninggalkan dagangannya berupa buah rambutan. Karena ketakutan melihat aksi beringas nelayan yang melakukan demo tersebut. Akibatnya, seluruh daganganya ludes dalam waktu sekejap, karena dimakan oleh sejumlah pendemo.

“Ada satu keranjang buah rambutan, yang ludes habis tidak dibayar, karena diambil warga pendemo,” ungkap Rahmadi.

Hal serupa juga dikatakan oleh Wati (34), pemilik warung makan. Menurutnya, sejumlah makanan dan minuman yang akan dijual diambil pendemo, yang masuk secara bersamaan dalam jumlah besar.

“Para pendemo saat itu pura – pura ngejar polisi. Namun, begitu masuk warung langsung mengambil semua jajanan, yang ada diatas meja.” kata Wati.

Sekretaris Daerah Pemkab Batang, Nasikhin, merasa malu dan menyesalkan aksi unjuk rasa yang anarkis tersebut. Dengan melakukan pengrusakan fasilitas umum, dan pemblokiran jalan Pantura, Batang, dan penjarahan dagangan warga.

Menurutnya aksi anarkis ribuan nelayan tersebut, disusupi dari pihak luar daerah. “Harusnya para pendemo berpikir bahwa aksi pengerusakan, dan penjarahan merugikan warga Kabupaten Batang sendiri. Aksi anarkis ini, sangat memalukan dan sangat disesalkan. ” tegas Nasikhin. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *