Ricuh, Nelayan Tutup Jalan Pantura

  • Whatsapp
Demo di Pantura Batang. (Foto : IST)
Demo di Pantura Batang. (Foto : IST)
Demo di Pantura Batang. (Foto : IST)
Demo di Pantura Batang. (Foto : IST)

BATANG, Jowonews.com– Aksi demo nelayan di Kabupaten Batang menolak pelarangan penggunaan kapal cantrang/trawl oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berlangsung ricuh dan anarki. Pasalnya, ratusan nelayan, Selasa (3/3), membakar ban dan menutup jalan pantura. Bahkan mereka juga menghajar Kasat Reskrim AKP Hartono.

Akibat kejadian itu, jalur Pantura Batang macet total puluhan kilo meter. Beruntung, petugas langsung bersikap tegas. Aksi demo itu berhasil dibubarkan dan 17 orang nelayan diamankan di Polres Batang. Mereka diduga sebagai provokator dalam aksi tersebut.

Bacaan Lainnya

Awalnya, aksi digelar di dua titik, yakni di perempatan Jl Gajah Mada dan pertigaan Sambong, sekitar pukul 09.00 WIB. Kemudian massa nelayan yang beraksi di Jl Gajah Mada, bergeser ke kawasan Sambong. Jarak kedua titik ini sekitar 1 km.

Sepanjang jalan menuju Sambong, massa merusak pot atau median jalan dan melemparkannya ke tengah jalan. Akibatnya, arus lalu lintas lumpuh. Ketika massa bertemu di kawasan Sambong, emosi mereka naik. Apalagi saat mendengar ada bantuan personel polisi dari Pekalongan dan Polda Jateng yang akan membubarkan aksi.

Entah siapa yang memulai, massa mulai anarkis. Mereka melempari polisi yang berjaga, mengejar dan menghajar seorang anggota Satlantas. Kasatreskrim Polres Batang AKP Hartono yang berusaha melerai, juga jadi sasaran amukan. Dia terluka di kepala.

Polisi Polres Batang yang mengamankan jalannya aksi unjuk rasa, tidak mampu menahan amukan dari massa nelayan. Sehingga polisi terpaksa mengeluarkan gas air mata dan langsung bertindak tegas. 17 nelayan yang diduga sebagai provokator diamankan.

Kapolres Batang AKBP Widi Atmoko SIK mengaku sudah memperingatkan peserta unjuk rasa untuk berhenti. Namun sebagian nelayan tidak mengubrisnya. Menurutnya, kebebasan di muka umum memang di jamin undang-undang. Tetapi tidak harus melakukan aksi di luar batas yang mengganggu ketertiban umum.  

“Kami terpaksa membubarkan massa yang melakukan aksi unjuk rasa ini. Sebab beberapa anggota kami ada yang terluka, akibat terkena lemparan batu,” ujar Kapolres.  

“Ada sekitar 15 orang lebih yang kita amankan. Mereka sedang diperiksa para petugas,  karena diduga telah memprovokasi,” kata AKBP Widi Atmoko.  

Lebih lanjut, Kapolres mengaku tidak akan melakukan toleransi terhadap para peserta unjuk rasa yang anarkis berikutnya. “Kedepan, jika mereka akan unjuk rasa dan berbuat anarkis, kami akan membubarkan secara paksa,” tegasnya.  

Dari hasil pemeriksaan, diperoleh informasi bahwa ternyata nelayan yang datang melakukan aksi unjuk rasa tidak hanya berasal dari Kabupaten Batang saja. Tetapi, sebagian dari luar daerah. Selain itu, polisi juga mengamankan sebanyak dua kardus bom molotov yang ditemukan di lokasi unjuk rasa tersebut. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *