Ganjar Ngaku Terapkan e-Budgeting,  4 Ribu Numenklatur Kegiatannya Sama

  • Whatsapp
Ganjar Pernah Beri AMplop Wartawan. (Foto : IST)
Ganjar Pranowo

SEMARANG, Jowonews – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku Pemprov Jateng sudah menerapkan sistem penganggaran elektronik atau e-budgeting dalam APBD TA 2015. Soal e-budgeting itu juga sudah disampaikannya pada Camat se-Jateng dalam sosialisasi bantuan keuangan (Bankeu) dari provinsi kepada seluruh desa sei-Jateng.

“Oh aku wis gawe mas (oh saya sudah buat mas, e-budgeting,red). Tahun ini mulai diterapkan,”ungkap Gubernur saat ditanya wartawan terkait penerapan e-budgeting, disela-sela sosialisasi bankeu untuk desa se-Jateng di Gradhika Bhakti Praja, komplek Kantor Gubernuran, kemarin.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, setelah dirinya menerapkan sistem penganggaran elektronik, di Pemprov Jateng, bahkan ditemukan ada 2 ribu- 4 ribu numenklatur APBD yang kegiatannya sama.

“Sekarang diketahui ada operet 2 sampai 4 ribu nomenklatur yang beda-beda. Jadi numenklaturnya itu bedo (bahasa Jawa beda,red) tapi kegiatane podo (kegiatannya sama,red),”ungkap Ganjar Pranowo

Padahal, dijelaskan Ganjar Pranowo, numenklatur itu beda satu kata, sudah bisa beda. Tapi meskipun beda, berdasarkan yang ditemukannya di APBD Jateng 2015, kegiatannya ternyata sama.

“Kan numenklatur itu beda satu kata, bisa beda. Tapi maksudnya (kegiatannya-red) sama, yo ora isoh (tidak bisa, red),”tegasnya.

Dari 2 ribu sampai 4 ribu numenklatur yang kegiatannya sama ini berapa nilai/ jumlah anggarannya?. Ganjar langsung bilang kalau wartawan yang tanya berarti tidak paham persoalannya. “Bukan nilai, sampean ora ngerti berarti (Anda tidak tahu berarti,”ketusnya.

Namun ketika dijelaskan maksud pertanyaannya adalah setiap numenklatur itu ada anggarannya. Sehingga dari 2-4 ribu numenklatur yang kegiatannya sama itu berapa sebenarnya nilai/jumlah anggarannya?.

Ganjar baru memahami pertanyaan wartawan. Namun demikian, dia hanya menyampaikan tinggal mengalikan 2-4 ribu numenklatur itu, dikalikan jumlah anggaran tiap numenklatur.

“Ya tinggal dikalikan. Piye jal aku leh njelaske. Sampean kie yen takon yo aneh-aneh wae. Tapi ra opo-opo. (Bagaimana saya cara menjelaskannya. Tapi tidak apa-apa,red),”kata Ganjar.

Tapi, politisi PDIP ini menyampaikan, e-budgeting yang diterapkannya di Pemprov Jateng masih uji coba. Yang jelas, sekarang semua usulan masuk semua ke e-budgeting.

“Sekarang ini kita mencoba latihan agar semua SKPD siap,”katanya.

Sebenarnya kalau Jateng belajar dari e-budgeting nya DKI Jakarta ya sama saja. Tidak perlu ribut, menurut Ganjar sudah ketahuan orangnya. “Kalau kita punya alat (e-budgeting, red) sudah ketemu orangnya. Ngejarnya gampang, karena semua SKPD tahu (siapa yang masang numenklatur, red,”tukasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi saat dikonfirmasi terkait apa yang disampaikan Gubernur menyatakan tidak ada masalah di Pemprov Jateng diterapkan e-budgeting.

“Boleh-boleh saja itu diterapkan. Kita tidak ada masalah. Yang jelas kita tidak pernah tambah-tambahi numenklatur anggarani,”tegasnya.

Rukma menegaskan, apa yang dibahas di dewan itu, ya yang diusulkan dan diajukan eksekutif. Sehingga kalau ada yang dobel, berarti ya eksekutif yang tahu. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *